Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

MENINGGALAKAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH

PENDAHULUAN

Meninggalkan perintah-perintah Allah adalah hal yang sangat tidak baik. Seorang yang beriman hendaknya melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Bila seorang muslim menjalankan perintah Allah ia hanya di perintah menurut kemampuannya masing-masing karna manusia itu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda maka perintah yang dilaksanakan pun sesuai dengan kemampuan masing-masing, tetapi bila ia menjauhi larangan-Nya maka ia harus menjauhi semua larangan-Nya bukan hanya yang ia mampu. Hanya mininggalkan, orang tidak perlu melaksanakan apapun ia hanya berdiam dari larangan tersebut.

Imam Ghozali berkata bahwa Islam itu terdiri dari dua bagian. Yang pertama yaitu meninggalkan larangan Allah dan yang kedua yaitu menjalankan perintah Allah. Tetapi meninggalkan larangan-Nya itu lebih berat dari pada menjalankan perintah-Nya karena menjalankan perintah-Nya itu mungkin setiap orang itu mudah untuk melaksanakannya dari pada meninggalkan larangan-Nya.(Bidayah al-hidayah)

Hal ini memang sulit karna surga itu ditutup-tutupi dengan sesuatu yang tidak disukai serta seseatu yang membosankan, sedangkan neraka itu ditutup-tutupi dengan sesuatu yang disukai dan hal-hal yang indah. Seandainya tidak ditutup-tutupi maka neraka tidak akan ada penguninya karna semua makhluk mungkin tidak ada yang senang berada di neraka. Memang berat meninggalkan larangan-larangan Allah tetapi jika mau berusaha maka hal itu bisa diwujudkan dan Allah akan membantu orang yang sungguh-sungguh ingin menjauhi larangannya agar orang yang benar-benar ingin menjauhi larangan-larangan-Nya tersebut meninggalkannya. Sesungguhnya setelah kesulitan itu terdapat kemudahan.

MENINGGALKAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH


يآأيّها الّذين آمنوآ لا تخونوا الله والرسول وتخونوا أماناتكم وأنتم تعلمون ( ۲۷) واعلموا أنّمآ أموالكم وأولادكم فتنه وأن الله عنده أجر عظيم (۲۸)


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rosulnya (Muhammad S.A.W) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui. Dan ketahuilan, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah mempunyai karunia yang besar (Q.S. Al-Anfal. 27-28)

Maksud ayat yaitu sebagai orang yang beriman hendaknya ia tidak berkhianat kepada Allah dan rosul-Nya dengan mengabaikan perkara wajib dan meninggalkan sesuatu yang sunnah atau dengan menyembunyikan sesuatu yang berlawanan dengan apa adanya atau dengan menipu di dalam sesuatu yang dipasrahkan kepadanya, dan hendaknya tidak berkhianat pada amanat yang dipercayakan kepadanya di antara sesamanya. Tentu hal tersebut adalah hal yang tidak asing bagi setiap muslim karna hal tersebut sudah bisa dirasakan oleh hati nurani setiap manusia.

Dan perlu diketahui bahwa harta benda serta anak itu bisa menjadi fitnah, artinya seseorang tidak bisa menjaga harta bendanya maka ia harta benda tersebut akan menjadi fitnah baginya. Setiap harta benda harus di belanjakan (digunakan) pada tempatnya atau sesuatu yang bermanfaat baik pada dunia maupun di akhirat serta digunakan dengan semestinya. Anak bisa juga menjadi fitnah bagi orang tuanya bila anak tidak di didik dengan baik. Anak mempunyai hak untuk mendapatkan pelajaran yang sesuai dengan syariat dan itu termasuk tanggung jawab orang tua. Ayat di atas juga melarang kita agar kita tidak khianat pada Allah dan rosul-Nya dan juga pada amanat yang Allah berikan. Amanat adalah hal yang sulit untuk di jaga dalam ayat lain Allah berfirman:


إنّا عرضنا الأمانة على السّموات والأرض والجبال فأبين أن يحملنها وأشفقن منها وحملها الإنسان إنّه كان ظلوما جهولا ( ۷۲ )


Seungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. (Al-Ahzab. 72)

Amanat adalah titipan Allah yang diberikan kepada manusia. Manusia hanya dititipi bukan diberi ia hanya bias menggunakan amanat sesuai dengan yang diberikan atau hal-hal yang diperbolehkan oleh syariat. Hidup di dunia hanya sementara maka dari itu harus di gunakan sebaik-baiknya. Dalam sebuah hadits di sebutkan


من أحبّ دنياه أضرّ بأخرته من أحبّ أخرته أضرّ بدنياه فآثروا ما يبقى على ما يفنى. رواه أحمد فى المسند (۶/۶۱۲)


Barang siapa yang menginginkan dunia maka dia akan membahayakan akhiratnya, dan barang siapa menginginkan akhiratnya maka dia akan membahayakan dunianya. Maka pilihlah sesuatu yang abadi dari pada sesuatu yang rusak.


KESIMPULAN

Dalam Al-Qur’an Al-Karim Allah menyuruh orang-orang yang beriman agar bertaqwa-nNya dengan sebenar-benarnya taqwa dan juga Allah melarang kita semua agar kita tidak mati kecuali kita sudah dalam keadaan beriman. Artinya Allah menyuruh untuk beriman dan bertaqwa. Beriman berarti percaya dan taat kepada-Nya. Bertaqwa berarti melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Perintah Allah itu mencakup perkara yang wajib, perkara yang sunnah dan juga perkara yang mubah. Bukan sesuatu yang wajib saja. Karna banyak orang menganggap bahwa perintah Allah itu hanya perkara yang wajib saja karma perkara yang sunnah juga termasuk perintah Allah.

Orang tidak boleh meremehkan perkara yang baik walaupun sekecil apapun kebaikan itu karma sesuatu yang diridloi Allah tidak diketahui, mungkin sesuatu yang diremehkan tersebut adalah sesuatu yang menjadikan Allah ridlo dan bisa menjadi penyebab orang masuk surga.

Sebaliknya orang tidak boleh meremehkan dosa kecil, sekecil apapun dosa itu orang tetap disuruh untuk menjauhi karna mungkin dosa kecil yang dilakukan tersebut adalah dosa yang menjadikan murka Allah dan bisa mengantarkan orang tersebut ke neraka..


DAFTAR PUSTAKA


  1. Al-Qur’an Al-karim dan terjemah

  2. Al-Ghozali, Abu Hamid, Bidayah al-Hidayah, Toha Putra, Semarang.

  3. Al-Haddad, Abdullah bin Alawi, Nashoih Addiniyyah, Alawiyyah, Semarang.

  4. Al-Nawawi, Riyadlu Assholichin, Toha Putra, Semarang, 2000

  5. Al-Khuburi, Ahmad Syakir, IdhotunNasyi’in, Toha Putra, Semarang

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Makalah dengan judul MENINGGALAKAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2009/06/meninggalakan-perintah-perintah-allah.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.