Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

SILOGISME

  1. Pengertian

Silogisme merupakan penyimpulan tidak langsung (mediate inference). Dikatakan demikian karena dalam silogisme kita menyimpulkan pengetahuan baru yang kebenaranya diambil secara sintetis dari dua permasalahan yang dihubungkan dengan cara tertentu, yang tidak terjadi dalam penyimpulan melalui Eduksi.

Dua permasalahan dapat kita tarik dari padanya konklusi manakala mempunyai term yang menghubungkan keduanya. Term ini adalah mata rantai yang memungkinkan kita mengambil sintesis dari permasalahan yang ada. Tanpa term persaman itu maka konklusi tidak dapat kita tarik. Demi lahirnya konklusi maka pangkal umum tempat berpijak harus merupakan proposisi universal. Silogisme terbagi menjadi tiga, Silogisme Kategorik, Silogisme Hipotik, Silogisme Disjunktif.


  1. SILOGISME KATEGORIK

Silogisme Kategorik adalah silogisme yang proposisinya merupakan proposisi kategorik.

Contoh : Semua binatang harus makan

Sapi adalah binatang

Pangkalan umum di sini adalah proposisi pertama sebagai universal yang ditandai dengan kuantifier ‘semua’ untuk menegaskan adanya sifat yang berlaku bagi binatang secara menyeluruh. Pangkalan khususnya adalah proposisi kedua, meskipun ia juga merupakan pernyataan universal ia berada di bawah aturan pernyataan pertama sehingga dapat kita simpulkan : Sapi harus makan

Bila pangkalan khususnya berupa proposisi singular, prosedur penyimpulanya juga sama sehingga dari pernyataan :

Semua siswa adalah terpelajar

Andi adalah siswa

Maka kesimpulanya adalah : Andi adalah terpelajar

Proposisi yang menjadi pangkalan umum dan pangkalan khusus disebut premis (mukadimah), sedangkan proposisinya yang dihasilkan dari sintesis kedua premisnya disebut kesimpulan (konklusi) dan term yang menghubungkan kedua premis disenut term penengah (middle term). Premis termnya menjadi predikat pada konklusi disebut premis mayor. Dikatakan demikian karena predikatnya hamper selalu lebih luas dari pada subyeknya.

Semua mobil membutuhkan bahan bakar (Premis mayor)

M P

Suzuki swift adalah mobil (Premis minor)

S M

Suzuki swift membutuhkan bahan bakar (konklusi)

S P

Keterangan :

S : Subyek P : Predikat M : Middle term


Kode-kode serupa membantu dalam menemukan kesimpulan atau konklusi. Langkah pertama tandailah lebih dahulu term-term yang sama pada kedua premis, dengan memberi garis bawah kemudian tuliskan hurf M. Term lain pada premis mayor pastilah P dan pada premis minor tentu S. Kemudian tulislah konklusinya dengan menulis secara lengkap term S dan P nya. Term penengah (middle term) tidak boleh disebut atau ditulis dalam konklusi.

  1. Hukum-hukum Silogisme Kategorik

Agar dapat kesimpulan atau konklusi yang benar harus memperhatikan patokan-patokan silogisme, diantaranya adalah :

  1. Apabila ada satu premis particular (universal), kesimpulan harus partilular juga, seperti :

Semua buku tertata rapi

Sebagian buku tidak rapi

Sebagian buku tidak tertata

(Kesimpulan tidak boleh : Semua buku tidak tertata)

Semua yang ditanam indah

Sebagian tanaman tidak indah

Sebagian tanaman tidak ditanam

  1. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga, seperti :

Semua pencuri tidak disenangi

Sebagian pelawak adalah pencuri

Sebagian pelawak tidak disenangi

(kesimpulan tidak boleh : Sebagian pelawak disenangi

Semua murid rajin

Sebagian manusia tidak rajin

Sebagian manusia bukan murid

  1. Dari dua premis yang sama-sama particular tidak sah diambil kesimpulan.

Beberapa pencuri tidak jujur

Banyak karyawan adalah pencuri

Banyak karyawan tidak jujur

Beberapa orang kaya sombong

Beberapa peabat adalah kaya

Jadi : Beberapa pejabat adalah sombong

  1. Dari dua premis yang sama-sama negative, tidak menghasilkan kesimpulan apa pun, karena tidak ada mata rantai yang menghubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil bila sedikitnya salah satu premisnya positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.

Pesawat bukan burung merpati

Helikopter bukan burung merpati

…………….(tidak ada kesimpulan yang ditarik atau dihasilkan)

  1. Paling tidak salah satu dari term penengah harus tertebar (mencakup).

Dari dua premis yang term penengahnya tidak tertebar akan menghasilkan kesimpulan yang salah,seperti :

Semua domba bermata dua

Binatang ini bermata dua

Jadi : Binatang ni adalah domba

(Padahal bias juga kerbau, sapi dll)

Semua hewan membutuhkan istirahat

Manusia membutuhkan istirahat

Jadi : Manusia adalah hewan

  1. Term-Predikatnya dalam kesimpulan harus konsisten denag term predikat yang ada pada premisnya. Bila tidak, kesimpulan menjadi salah, seperti :

Anggrek adalah tanaman

Melati bukan anggrek

Jadi : melati bukan anggrek

Ayam adalah hewan

Agus bukan ayam

Jadi : Agus bukan hewan

  1. Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain, seperti :

Bulan itu bersinar di langit

Januari adalah bulan

Jadi : Januari bersinar di langit

(Bulan pada premis minor adalah nama ukuran waktu panjangnya 31 hari, sedangkan pada premis mayor berarti planet yang mengelilingi bumi).

  1. silogisme harus terdiri dari tiga term, yaitu term subyek, term predikat, term middle. Apabila terdiri dari sebuah tema tidak bisa diturunkan konklusi, begitu pula bila terdiri dari dua atau lebih dari tiga term.

  1. Absah dan Benar

Dalam silogisme kit harus mengenal dua istilah abash dan benar. Absah atau valid, dikatakan valid apabila sesuai dengan patokan di atas dan dikatakan tidak valid bila sebaliknya. Benar berkaitan dengan proposisi dalam silogisme itu, apakah ia didukung atau sesuai dengan fakta atau tidak. Bila sesuai dengan fakta, proposisi itu benar, bila tidak ia salah.

Untuk mendapatkan konklusi yang sah dan benar. Hanya konklusi dari premis yang benar dari prosedur yang sah konklusi itu diakui. Mengapa demikian? Karena bias terjadi: dari premis salah dan prosedur valid menghasilkan konklusi yang benar, demikian juga dari premis salah dan prosedur invalid dihasilkan konklusi benar.

Variasi-variasinya adalah sebagi berikut :

  1. Prosedur valid, premis salah dan konklusi benar.

Semua yang baik itu haram (salah)

Semua yang memabukkan itu baik (salah)

Jadi : Semua yang memabukkan itu haram (benar)

  1. Prosedur invalid (tak sah) premis benar konklusi salah.

Susilo bambang yudoyono adalah presiden (benar)

Agus bukan Susilo bambang yudoyono (benar)

Jadi : Agus bukan presiden (salah)

Semua ikan berdarah dingin (benar)

Anjing bukan ikan (benar)

Jadi : Anjing tidak berdarah dingin (salah)

  1. Prosedur invalid, premis salah konklusi benar.

Sebagian pembunuh adalah tanaman (salah)

Sebagian manusia adalah tanaman (salah)

Jadi : Sebagian manusia adalah pembunuh benar)

Sebagian batu bernafas (salah)

Sebagian karang bernafas (salah)

Jadi : Sebagian batu adalah karang (benar)

  1. Prosedur valid premis salah dan konklusi salah.

Semua yang panas tidak berguna (salah)

Kentang goring adalah panas (salah)

Jadi : Kentang goring tidak berguna (salah)

Semua yang ada tidak dapat dilihat (salah)

Pohon dapat dilihat (salah)

Jadi : Pohon tidak ada (salah)

Konklusi silogisme hanya bernilai manakala diturunkan dari premis yang benar dan prosedur yang valid. Konklusi yang meskipun benar tetapiditurunkan melalui prosedur yang invalin dan premis yang salah tidak bernilai karena dalam silogisme kita tidak menghadirkan kebenaran baru, tetapi kebenaran yang sudah terkandung pada premis-premisnya. Suatu silogisme akan menurunkan konklusiyang dijamin kebenaranya, manakala premis-premisnya benar dan prosedur penyimpulanya valid.

  1. Bentuk-bentuk Silogisme

Bentuk silogisme dibedakan atas letak medium (term penengah = middle term) dalam premis. Ada empat macam bentuk silogisme, yaitu:

Figure I :

Medium menjadi subyek pada premis mayor dan menjadi predikat pada premis minor.

Semua yang dilarang polisi mengandung bahaya

Membunuh adalah dilarang polisi

Jadi : Membunuh adalah mengandung bahaya

Figure II :

Medium menjadi predikat baik pada premis mayor maupun premis minor.

Semua tanaman membutuhkan air

Tidak ada satupun benda mati membutuhkan air

Jadi :Tidak satupun benda mati adalah tumbuhan

Figure III :

Medium menjadi subyek pada premis mayor maupun premis minor.

Semua mahasiswa pandai berhitung

Beberapa mahasiswa adalah murid

Jadi : Sebagian murid pandai berhitung

Figure IV :

Medium menjadi predikat pada premis mayor dan menjadi subyek pada premis minor.

Semua pendidik adalah manusia

Semua manusia akan mati

Jadi : Sebagian yang akan mati adalah pendidik

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Makalah dengan judul SILOGISME. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2009/06/silogisme_30.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.