Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Kompetisi Kehidupan

Sejak pertama kali proses diciptakannya manusia, mereka sudah mengalami persaingan yang ketat. Secara biologis, ketika individu laki-laki berhubungan intim dengan individu perempuan, yang masing-masing mempunyai organ-organ khusus yang berbeda. Ialah sperma yang ada didalam tubuh laki-laki ketika keluar dan dan mulai menghampiri ovum pada perempuan. Ovum hanya menerima satu sel dari berjuta-juta sel sperma. Sel sperma yang jumlahnya jutaan tersebut, hanya satu sel sperma yang akan bertemu dengan ovum. Hal ini membuktikan bahwa kompetisi kehidupan telah dimulai sejak awal manusia diciptakan.

Kita sebagai manusia, insan sosial artinya hidup dalam kebersamaan, saling membutuhkan satu dengan yang lain. Kita dituntut juga memiliki kepribadian yang kompetetif.

Seperti sebuah pertendingan, ada kalanya kemenangan juga ada kekalahan. Kalau kita tak bisa bermain dan tidak menyadari akan sebuah kompetisi, maka kita akan mudah dikalahkan. Pertandingan disini bukan diartikan dengan pertandingan kekerasan, tetapi kompetisi secara sehat untuk perkembangan kemajuan. Dan tentunya dengan kemampuan pemikiran dan manifestasi dalam bertarung.

Islam memerintahkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebajikan, fastabiqul khoirat. Bukan berlomba-lomba dalam kejelekan, tetapi berlomba dalam menuju kebaikan, bukan dalam kerusuhan. Kalau orang lain mampu berbuat kebajikan, mengapa tidak kita lebih mampu berbuat kebajikan tersebut. Kita harus mau bertindak lebih dari apa yang orang lain perbuat. Kalaupun tidak bisa melebihai, setidaknya dapat sepadan. Itu namanya fastabiqul khoirat.

Saya kira hal yang manusiawi, humanis, bila seseorang menginginkan kemenangan. Karena ia telah berada dalam kompetisi. Tapi sayangnya, sering kali mereka tidak sadar, sehingga ketika mereka mersakan kekalahan, mereka down, marah, benci dan akhirnya putus asa muncul. Rasa sadar itulah yang semestinya kita bangun dan perkokoh dalam pribadi kita masing-masing.

Bagaimana kita membangunnya? Salah satunya ialah kita mesti mau memahami lingkungan sekitar kita. Kita mesti mampu memahami dan beradaptasi dengan keadaan. Kita mesti mampu menguasai arena perlombaan. Dan semua itu tentu melalui proses. Disinilah letak apakah kita sanggup atau tidak dalam menjalani proses. Tergantung kita.

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Artikel dengan judul Kompetisi Kehidupan. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/02/kompetisi-kehidupan.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.