Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

MANUSIA DAN PENDERITAAN

  1. PENDERITAAN

Penderitaan dari kata derita, kata derita itu berasal dari bahasa sansekerta “dhara” yang artinya menahan, menanggung. Derita berarti menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenengkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir-batin, misalnya keluh, kesah, kesengsaraan, keleparan, kekenyangan, kepanasan, kedinginan dan lain-lain.

Contoh penderitaan yang terjadi pada diri manusia antara lain :

  1. Derita kehidupan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, mulai dari dalam kandungan sampai lahir didunia menjadi yatim-piatu.

  2. Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.

  3. Bung Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan negara dan bangsanya.

  4. dan lain-lain.


B. PENDERITAAN DAN NODA DOSA PADA HATI MANUSIA.

Penderitaan dapat pula timbul akibat noda dosa pada hati manusia. Menurut imam Al Ghazali dalam kitabnya ihya’ulumuddin, orang yang suka iri hati, hasad dan dengki akan menderita lahir-batin, dan selalu akan merasa tidak puas dan tidak kenal berterimakasih. Allah SWT telah memberi ilmu dan kekayaan atau kekuasaan-Nya. Karena itu, penderitaan-penderitaan lahir ataupun batin akan selalu menimpa orang-orang yang selalu menimpa oarang-orang yang mempunyai sifat iri hati, hasad, dengki, selama hidupnya sampai akhir kelak.

Hal lain yang menimbulkan derita terhadap seseorang adalah merasakan suatu keinginan atau dorongan yang tidak dapat diterima atau menimbulkan keresahan, gelisah atau derita.


C. SUMBER PENDERITAAN.

1. Hakikat Manusia

Manusia pada hakikatnya adalah mahluk hidup yang memiliki kepribadian yang tersusun dari perpaduan dan saling berhubungan dan pengaruh-mempengaruhi antara unsur-unsur jasmani dan rohani, sehingga pada jasmani dan rohani tersebun dapat timbul sebuah penderitaan. Jasmani disebut juga sebagai tubuh, wadah, jasad, materi, atau unsur kongkrit dan merupakan unsur yang hidup pada diri manusia. Sedangkan Rohani sering disebut dengan istilah lain seperti jiwa, badan halus, dan merupakan unsur yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra manusia tetapi menjiwai, memimpin, mendasari unsur-unsur pribadi manusia. Rohani memiliki alat dan kemampuan seperti :

    • Nafsu

Nafsu adalah semua dorongan yang ditimbulkan oleh segala macam kebutuhan, termasuk insting, sehingga menimbulkan keinginan.

    • Perasaan

Perasaan merupakan gejala pesikis, dan timbul di dalam batin akibat kontak antara manusia dengan lingkungannya.

    • Pikiran

Pikiran disebut juga akal, budi. Dengan pikiran ini memungkinkan manusia dapat mempertimbangkan, membedakan dan mengambil sebuah keputusan yang berdasarkan alasan-alasan pada diri masing-masing.

    • Kemauan

Kemauan disebut juga kehendak yang memungkinkan manusia untuk memilih.

2. Dorongan Memenuhi Kebutuhan Sebagai Sumber Penderitaan.

Dalam memenuhi kebutuhan perlu adanya sebuah dorongan untuk mempertahankan keberadaan serta kehidupannya, yang tidak lepas dari unsur-unsur pribadi manusia tersebut.


D. SIKSAAN

Siksaan bisa disebut juga ancaman, peringatan, ujian, cobaan, dari sang pencipta kepada manusia. Adapun jenis-jenis siksaan atau cobaan antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Peringatan Rosul SAW, tentang kehidupan dunia.

  2. Cobaan Allah SWT hidup di dunia.

  3. siksaan Allah SWT di akhirat.


E. RASA SAKIT

1. Sakit Merupakan Sunnatullah

Sakit merupakan keadaan yang senantiasa dialami oleh hampir semua manusia. Dengan merasa sakit, manusia tahu dan sadar akan pentingnya keadaan sehat. Sehingga ia mau mensyukuri nikmat sehat tersebut. Keadaan sakit merupakan sunnatiallh yang mengikuti hukum sebab-sebab dari Allah SWT. Misalnya cacat lahir, penyakit infeksi dan lain sebagainya.

2. Sakit Merupakan Ujian

Hadis Riwayat HR. Ibnu Majah dan Turmudzi

“Sesungguhnya bila Allah SWT. mencintai suatu kaum, dicoba-Nya dengan berbagai cobaan. Dan barang siapa yang tidak ridhla, maka mereka akan memperoleh murka Allah SWT”.

3. Sakit Sebagi Penebus Dosa

Hadis Riwayat HR. Muslim

“Tidak ada satu musibah yang menimpa seseorang mukmin walaupun hanya tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali Allah tingkatkan derajadnya dan dihapuskan dosanya”.

4. Sakit Sebagi Peringatan

Misalnya ketika manusia dalam hidupnya sudah menyimpang dan sudah keluar dari ajaran agama, sehingga Allah SWT menurunkan sebuah penyakit untuk menyadarkannya dan supaya kembali kepada jalan yang lurus.

5. Sakit Sebagi Azab

Contohnya ketika sebuah masyarakat yang banyak melakukan kezaliman yang sangat berlunta-lunta, sehingga pada dusun atau negara tersebut di beri sebuah azab, seperti adanya wabah penyakit yang sulit penyembuhannya.

6 Upaya Penyembuha

a. Allah SWT yang menentukan kesembuhan

b Manusia wajib untuk berikhtiar seperti pengobatan, perewatan dan lain-lain.


F. NERAKA

Neraka adalah Darul Azab, yakni tempat siksaan bagi orang yang berbuat dosa, durhaka, dan orang yang ingkar kepada AllahSWT. Allah SWT akan memberi balasan kepada orang-orang yang taat dan berbakti kepada kenikmatan, yaitu surga. Dan begitu pula sebaliknya bagi orang yang durhaka yaitu neraka.

Ada beberapa jenis neraka yang tiap-tiap namanya mempunyai tingkatan sendiri-sendiri, diantaranya, ialah :

  1. Neraka Jahanam

Neraka Jahanam adalah neraka yang melingkungi orang-orang yang disiksa didalamnya dari segala jurusan. Neraka ini adalah tingkatan yang diatas sekali.nama jahanam dipakai untuk seluruh nama api neraka, mulai tingkat yang paling atas sampai pada tingkat yang paling bawah dan merupakan tutup dan hambatan.

Sifat-sifat neraka jahanam seperti telah diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa Rasuallah SAW bersabda : “malaikat jibril telah datang kepadaku maka aku berkata kepadanya : “wahai jibril, berikanlah kepadaku sifat-sifat neraka jahanam itu”. Malaikat jibril berkata : “Sesungguhnya Allah SWT, telah menciptakannya dan menyelamatkannya dengan api selama seribu tahun sehingga menjadi berwarna merah, kemudian menyalakannya seribu tahun sehingga berwarna putih, lalu menyalakannya pula selama seribu tahun lagi sehingga berwarna hitam seperti malam yang gelap, nyalanya tidak pernah berhenti, dan baranya tidak pernah padam.

  1. Neraka Ladlo

Syekh Dahak al Ahbar menyatakan bahwa neraka jahanam itu berada ditingkat paling atas sekali, sedangkan tingkat yang kedua yaitu neraka ladlo. Di dalam neraka ladlo itulah tempat orang yang mendustakan agama, orang-orang yang menumpuk-numpuk harta kekayaan, tetapi tidak mau mengeluarkan dan menafkahkan kejalan yang benar.

  1. Neraka Huthamah

Neraka Huthamah adalah neraka tingkat tiga. Dan didalamnya yaitu tempat orang yang lalai mengerjakan perintah tuhan, karna terpengaruh oleh harta dunia.

  1. Neraka Sa’ir

Neraka sa’ir adalah neraka tingkat empat yang didalamnya ditempatkan orang-orang yang memakan harta anak yatim, dan didalam neraka ia menjadi buta, tuli, bisu, karena saking dasyatnya siksa tersebut.

  1. Neraka Saqar

Neraka Saqar adalah neraka tingkat lima yang didalamnya dicampakkan orang yang tidak solat, orang yang tidak mau memberi makan orang miskin, orang yang membicarakan perkara batil dan orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.

  1. Neraka Jahiem

Neraka Jahiem adalah neraka tingkat ke enam yang didalamnya ditempatkan orang-orang kafir, orang yang mendustakan agama, yaitu orang islam yang berdosa. Mereka melanggar larangan allah seperti berzina, meminum khamer, membunuh tanpa hak dan sebagainya.

  1. Neraka Hawiyah

Neraka Hawiyah adalah neraka tingkat ke tiujuh yang terletak dipaling bawah sekali. Istilah jawa “intipe neraka”. Yang didalamnya terdapat orang-orang yang berdosa berat, yaitu orang-orang yang menjadi musuh Nabi dan orang-orang munafik.



DAFTAR PUSTAKA

Notowidagdo, Rakhiman, Haji. 1996. Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al Qur’an dan Hadist : Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Artikel dengan judul MANUSIA DAN PENDERITAAN. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/02/manusia-dan-penderitaan.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.