Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

URGENSI DAKWAH DAN FAKULTAS DAKWAH

Oleh: Drs. KH. Ahmad Sya’roni Ts


Dakwah berarti menyeru dan mengajak. Yakni menyeru dan mengajak orang lain untuk memeluk agama Allah, melakukan kebaikan dan menjauhi perbuatan mungkar. Berdakwah telah dilakukan orang semenjak ribuan tahun yang lalu, yautu oleh para Rasul utusan Allah. Meraka menyeru kaumnya agar beriman kepada Allah dan hanya menyembah kepada-Nya. Kitab suci Alqur’an menginformasikan kepada kita bahwa nabi Nuh menyeru kaumnya agar menyembah kepada Allah (Q.S : Hud:21). Demikian pula halnya yang dilakukan nabi Hud kepada kaum Ad (Q. S : Hud: 50), nabi Shaleh kepada kaum Tsamud (QS: Al A’raf: 73) dan nabi Syuaib kepada kaum Madyan (QS: Al A’raf:85). Sedangkan nabi Luth menyeru kaumnya agar tidak melakukan perbuatan yang keji, yaitu melakukan hubungan seksual sesame jenis (homoseks) (QS: Al A’raf:80-81) dan nabi Syuaib menyeru kaumnya agar tidak berbuat curang dalam berbisnis dengan cara mengurangi takaran dan timbangan (QS: Hud:84)

Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir. Dia diutus oleh Allah untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama-Nya agar menjadi rahmat bagi seluruh alam (QS: Al Anbiya’:107). Perintah brdakwah ini dapat kita jumpai dalam banyak ayat di dalam kitab suci Al Qur’an, antara lain:

  • Q S : 33 Al Ahzab: 45-46.“Hai nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan”.”Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi”.

  • Q S : 12 Yusuf:108. “Katakanlah:”Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

  • Q S: 22 Al Hallaj: 67. “Bagi tiap-tiap umat telah kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus”.

Perintah berdakwah juga ditujukan kepada umat Islam, yaitu pada surat At Taubah ayat 122. ”Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergisemuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memeperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memeberi peringatan kepada kaumnya apabila meraka telah kembali kepadanya”. Juga di dalam surat Ali Imron ayat 104. “Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

Kata lain untuk dakwah adalah tablig, yang berarti menyampaikan. Yaitu menyampaikan ajaran agama (Islam) kepada Umat. Perintah tablig di dalam Al qur’an antara lain kita jumpai dalam surat Al Maidah ayat 67, ”Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu...”.

Al qur’an juga menginformasikan kepada kita tentang peran tablig yang dilakukan para rasul terdahulu; antara lain yang dilakukan nabi Hud terhadap kaumnya. ”Dan aku (hanya) menyampaikan (tablig) kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya”(QS Al Qaf : 23), dan yang dilakukan nabi Saleh meninggalkan mereka seraya berkata ”Hai kaumku seseungguhnya aku telah menyampaikan (tablig) kepadamu amanat Tuhanku, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”(QS: Al A’raf :79). Juga peran tablig yang dilakukan oleh nabi Syuaib terhadap kaumnya.”Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata: ’Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan (tablig) kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir”. (QS: Al A’raf:92)

Sebagai seorang rasul, nabi Muhammad telah menjalankan tugasnya bertablig dan berdakwah sepanjang hayatnya. Berbagai halangan dan tantangan beliau alami. Namun dengan penuh kesungguhan dan ketekunan akhirnya beliau berhasil merubah kaumnya dalam segala aspek kehidupan. Yaitu dari kondisi jahiliyah yang gelap gulita menjadi masyarakat yang tercerahkan. Dari kaum penyembah berhala (peganisme) berubah menjadi umat tauhid (monotheisme). Dari kaum yang semula dzalim, tidak mengenal hukum menjadi umat yang adil dan taat hukum. Dari kaum yang semula bermoral rendah,pemabuk, pejudi, pemeras terhadap golongan mustadlafin menjadi umat berakhlakul karimah.

Kini, kita hidup di zaman modern, di era globalisasi dimana persoalan-persoalan hidup begitu kompleks, baik mengenai isu-isu sosial, politil, ekonomi maupun kebudayaan dan sebagainya. Adalah menjadi kewajiban bagi kita semua, khususnya para ulma’ dan sarjana untuk melanjutkan secara estafet perjuangan para nabi dan rasul yaitu berdakwah guna mencarikan solusi, memecahkan berbagai macam problem masyarakat dunia dan isu-isu yang timbul dengan cara yang Islami dan beradab.

Fakultas Dakwah INISNU Jepara jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam didirikan oleh para ulama’ adalah dengan tujuan menciptakan para sarjana (ulama) yang ahli dan profesional di bidang dakwah yang menguasai ilmu-ilmu ke-Islaman-an dan sekaligus menguasai ilmu komunikasi modern.

Di dalam kurikulum prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah antara lain disebutkan bahwa kompetensi kelulusan KPI agar mahasiswa:

    1. Memiliki pengetahuan keilmuan di bidang Komunikasi dan Penyiaran secara terpadu.

    2. Memiliki pengetahuan imu-ilmu keislaman.

Tujuan tersebut dijabarkan dalam mata kuliah antara lain: 1) Pengantar Ilmu Komunikasi, 2) Ilmu Komunikasi, 3) Ilmu Dakwah, 4) Retorika Dakwah, 5) Tehnik Penulisan Naskah Dakwah, 6) Sistem Informasi Islam, 7) Editing, Lay Out dan Grafika, 8) Tahnik Penulisan Ilmiah, Populer dan Features, 9) Tehnik Produksi Siaran Radio/ TV Dakwah, 10) Tehnik Produksi Penerbitan Pers Dakwah, 11) Jurnalistik Dakwah, 12) Tehnik Penulisan Skenario Sinetron Dakwah, 13) Tehnik Penyampaian Khutbah/Ceramah dan lain-lain.

Dan untuk praktikum mahasiswa Fakultas Dakwah dilengkapi dengan Laboratorium Dakwah, Radio Laborat, Teater dan Buletin Mahasiswa.

Sekian, mudah-mudahan ada manfaatnya dan dibukakan hati kita untuk meneruskan estafet perjuangan para nabi dan rasul. Amin.

Jepara, 27 Rajab 1429

30 Juli 2008

Penuli adalah Dekan

Fakultas Dakwah INISNU Jepara

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Artikel dengan judul URGENSI DAKWAH DAN FAKULTAS DAKWAH. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/02/urgensi-dakwah-dan-fakultas-dakwah.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.