Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Makalah Ushul Fiqih

A. Pengertian Sunnah

Kata Sunnah yang berasal dari bahasa Arab secara etimologis berarti cara yang biasa dilakukan, apakah cara itu baik atau buruk. Para ulama Islam mengutip kata Sunnah dari Al-Qur’an dan Bahasa Arab dan mereka gunakan dalam artian khusus yaitu:”cara yang biasa dilakukan dalam pengamalan agama”. Kata Sunnah dalam awal periode Islam dikenal dengan arti ini.
Kata sunnah sering disebutkan seiring dengan kata kitab. Di kala sunnah dirangkaikan dengan kata kitab maka sunnah berarti “cara-cara beramal dengan agama yang dinukilkan dari Nabi Muhammad SAW, suatu amaliyah yang dikenal oleh semua pihak. “Sunnah dalam arti ini adalah lawan dari kata bid’ah yaitu amaliyah yang diadakan dalam urusan agama yang belum pernah dilakukan oleh Nabi. Bid’ah dalam arti ini dinyatakan Nabi penolakanya.
Sunnah dalam istilah ulama Ushul adalah “apa-apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW baik dalam bentuk perkataan perbuatan maupun pengakuan dan sifat Nabi”. Sedangkan Sunnah menurut istilah ulama Fiqh adalah sifat hukum bagi perbuatan yang dituntut memperbuatnya dalam bentuk tuntunan yang tidak pasti dengan pengertian diberi pahala orang yang melakukannya dan tidak berdosa orang yang meninggalkannya

B. Fungsi Sunnah

Dalam uraian tentang Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa sebagian besar ayat hukum Al-Qur’an dalam bentuk garis-garis besar yang secara amaliyah belum dapat dilaksankan tanpa penjelasan dari sunnah. Dengan demikian fungsi sunnah yang utama adalah untuk menjelaskan Al-Qur’an. Hal ini sesuai dengan penjelasan Allah dalam surat An Nahl ayat 64.

KEDUDUKAN SUNNAH SEBAGAI DALIL HUKUM ISLAM

A. Kedudukan Sunnah Sebagai Dalil Hukum Islam

Sunnah berfungsi sebagi penjelas terhadap hukum-hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam kedudukanya sebagai penjelas itu kadang-kadang sunnah itu memperluas hukum yang tersebut dalam Al-Qur’an dengan arti menetapkan sendiri hukum di luar apa yang ditentukan Allah dalam Al-Qur’an.
Kedudukanya sebagai dalil atau sumber bayani, yaitu sekedar menjelaskan hukum Al-Qur’an tidak diragukan lagi, karena memang untuk itulah Nabi ditugaskan Allah. Dalam kedudukannya sebagai sumber yang berdiri sendiri sebagai sumber kedua dengan arti menetapkan sendiri hukum di luar yang tersebut dalam Al-Qur’an dipertanyakan oleh ulama Ushul Fiqh. Karena ini disebabkan oleh keterangan Allah sendiri bahwa Al-Qur’an atau agama sudah sempurna (Al_Maidah:4), karenanya tidak perlu lagi ditambah oleh sunnah.
Dari segi kekuatan penunjukanya terhadap hukum (dilalahnya) sunnah terbagi kepada dua, yaitu :
Pertama penunjukan yang pasti (qat’i) yaitu sunnah yang membarikan penjelasan terhadap hukum dalam Al-Qur’an secara tidak tegas dan terinci hingga memungkinkan adanya pemahaman lain.
Kedua penunjukan yang tidak pasti (zanni) yaitu sunnah yang memberikan penjelasan terhadap hukum dalam Al-Qur’an secara yang tidak tegas dan terinci hingga dapat timbul kemungkinan-kemungkinan dan menimbulkan perbedaan versi dalam penetapan hukum.
Sunnah yang mempunyai martabat tertinggal dalam kedudukanya sebagai sumber dan dalil hukum adalah sunnah yang qat’i dari segi sanadnya dan qat’i pula dari segi dalalahnya. Namun jumlahnya sangat terbatas.

B. Hukum Inkar Sunnah

Setiap orangyang mengingkari Sunnah adalah kafir. Demikian pula setiap orang yang mengingkari satu perkara saja di dalam Al-Qur’an yang telah jelas penunjukannya. Al-Qur’an telah menetapkan tentang wajibnya taat kepada Rasulullah.
Dengan demikian, orang yang mengingkari perintah Rasul (Sunnahnya) adalah kafir. Ini adalah hokum Islam yang disandarkan oleh semua lembaga fatwa Islam. Firman Allah :
Demi Tuhanmu, tidaklah mereka itu beriman hingga mereka menjadikan engkau sebagi hakim di dalam perkara yang diperselisihkan di antara mereka. Lantas mereka tidak menemukan pada dirinya keberatan terhadap apa yang engkau putuskan itu. Mereka menerimanya dengan penuh kepasrahan. (QS 4:65).

Oleh karena itu, pengambilan dan penetapan hukum terhadap Al-Qur’an dan Sunnah mesti dilakukan bersamaan, tidak boleh ada diskriminasi di antara keduanya. Oleh karena itu pula, seorang Muslim tidak boleh mengambil hukum selain dari Al-Qur’an dan Sunnah. Demikian pula para hakim dan para penguasa, mereka tidak boleh menetapkan hukum dengan apa yang tidak diturunkan oleh Allah atau selain Sunnah Rasul. Barang siapa yang telah kafir, karena pengingkaranya terhadap keduanya, berarti dia telah kafir, karena pengingkaranya terhadap hukum Allah dan sikapnya yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Sedangkan orang yang hawa nafsunya cenderung untuk melakukan penyimpangan terhadap keyakinan, penuturan, dan pengakuanya bahwa hukum Allah dan Rasul-Nya itu adalah yang paling utama, paling wajib untuk diamalkan, dan paling baik, hukum bagi orang yang melakukan penyimpangan terhadap Islam hanyalah apabila ia melakukan salah satu perbuatan maksiat, bukan karena menetapkan hukum halal-haram di luar yang bersumber dari Allah.


A. Kesimpulan

Tidak ada Islam Tanpa Sunnah
Dengan jelas dan gamblang, Syaikh Muhammad al-Ghazali menerangkan pada kita bahwa tak ada Islam tanpa Sunnah. Orang yang mengingkari Sunnah pada hakikatnya telah mengingkari Islam, meskipun dengan cara-cara munafik dan licik. Dengan pandangan yang menyentuh keimanan dan kesadaran akan ruh Islam berkaitan dengan peranan yang amat penting dari Sunnah Nabi yang mulia.
Dengan demikian, tanpa Sunnah yang mulia yang tercermin di dalam kehidupan Nabi- baik berupa perkataan maupun perbuatan- dan aplikasinya di muka bumi yang memberikan kemaslahatan bagi para pencari kehidupan yang mulia: Islam hanya akan menjadi undang-undang semata, seperti halnya hukum positif, dan menjadi suatu falsafah, seperti halnya falsafah logika yang kering, yang tidak memiliki nuansa dan bau. Filsafah sendiri hanya merupakan produk logika semata tanpa ada kaitanya dengan jiwa dan realitas. Ia pun hampa dari ruh dan kehidupan.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Makalah dengan judul Makalah Ushul Fiqih. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/02/ushul-fiqih.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.