Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Makalah Sistem Dakwah

Rata PenuhBAB I
PENDAHULUAN

Sebelum membicarakan sistem dakwah terlebih dahulu dijelaskan pengertian sistem. Nasaruddin memberikan definisi bahwa itu sebagai berikut:
Sistem (system) menurut arti logot adalah suatu kelompok unsur-unsur yang saling berhubungan membentuk suatu kesatuan kolektif. Maksud sistem adalah suatu rangkaian kegiatan yang sambung-menyambung saling berkaitan menjelmakan urutan.
Dari pengertian sistem di atas sekarang jika dikaitkan dengan system Islam dan system dakwah Islam adalah merepukan ajaran yang bersumber dari wahyu Ilahi yang antara isi-isi wahyu itu sangat terkait dengan satu lainya. Al-Qur’an merupakan sistem wahyu yang ayat-ayatnya tidak dapat dilepaskan begitu saja dari ayat-ayat lainya. Demikian hadits sebagai sumber kedua setelah al-Qur’an. Kalau kita membagi isi pokok ajaran Islam menjadi keimanan, syari’ah dan muamalah, maka ketiga-tiganya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. Maka aspek-aspek Islam secara keseluruhan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Islam adalah suprasistem dari dakwah. Ini berarti bahwa Islam merupakan sistem yang lebih komplek atau yang lebih luas di mana di dalamnya terdapat kompone dakwah sebagai suatu sistem.
Nasarudin Razak mengatakan; Suatu sistem dakwah hendaklah jelas yang menjadi input dan yang akan menjadi output. Dan antara keduanya terjadi suatu proses tertentu. Maka skema kasar atau sistem dakwah adalah sebagai berikut :
Menurut Amrullah Ahmad pada umumnya sistem terdiri dari lima komponen dasar, yaitu input, (masukan), Convertion (prosespengubahan), output (keluaran) feedback (umpan balik), environment (lingkungan)”
Lebih rinci beliau mengatakan bahwa komponen input terdiri dari :
- Rew input
- Instrumental input
- Environmental input
Kesemuanya di atas berfungsi memberikan informasi, energi, dan materi yang menentukan system.

BAB II
PEMBAHASAN

 Input
• Row Input/masukan utama
A. Materi (maddah)
Materi dakwah adalah masalah ini pesan atau materi yang disampaikan da’i pada mad’u. Dalam hal ini sudah jelas bahwa yang menjadi materi dakwah adalah ajaran Islam itu sendiri. Sebab semua ajaran Islam yang sangat luas itu bisa dijadikan materi dakwah Islam. Akan tetapi, ajaran Islam yang dijadikan materi dakwah itu pada garis besarnya dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Akidah
Dalam aspek ini secara umum sudah termaktub dalam rukun-rukun Iman. Namun yang terpenting adalah ketauhidan seseorang dalam mengesakan Allah.
2. Syari’ah
a. Ibadah
b. Muamalah
Menurut Prof. Dr. Syekh Mahmud Syaitut. Aspek syari’ah ini berisi tentang suasana, peraturan dan ketentuan yang disyariatkan Allah (dan Rasul-Nya) dengan lengkap ataupun pokoknya saja, supaya manusia mempergunakannya dalam mengatur hubungan dengan Allah, saudara-saudara seagama, sesame manusia, serta alam dan kehidupan.
3. Akhlaq
a. Akhlaq terhadap khaliq
b. Akhlaq terhadap makhluk
Aspek akhlaq dalam sehari-hari sering disebut dengan etika, moral, budi pekerti.



Alie Yafie menyebutkan lima pokok materi Dakwah, yaitu:
1. Masalah Kehidupan
Kehidupan yang dianugrahkan allah kepada manusia merupakan modal dasar yang harus dipergunakan dan dicermati serta syukuri.
2. Masalah Nanusia
Bahwa Manusia “muhtarom” yang hidupnya dilindungi secara penuh.
3. Masalah Harta Benda
Harta Benda merupakan perlambang manusia, seperti yang sudah dijelaskan dalam al- Quran QS. Kahfi ayat 46.
4. Masalah Ilmu Pengetahuan
Dakwah menerangkan tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan wajibnya mencari ilmu.
5. Masalah Aqidah
Keempat masalah pokok yang menjadi materi dakwah tersebut harus berpangkal pada aqidah islam.

B. Manusia
1. Da’i
Adalah orang yang melaksanakan dakwah, baik lisan maupun tulisan ataupun perbuatan baik secara individu, kelompok atau berbentuk organisasi dan lembaga.
Da’i sering disebut kebanyakan orang dengan sebutan mubaligh, akan tetapi sebutan tersebut sebenarnya lebih sempit daripada da’i yang sebenarnya. Seorang da’i tidak hanya berlaku pada orang yang mengerti dan memahami ajaran Islam secara universal. Akan tetapi, da’i adalah pekerjaaan yang harus dikerjakan siapa saja yang menyatakan sebagai pengikut Nabi Muhammad.
Selain itu Da’i juga dituntut memiliki kompetensi minimal disamping literasi Al-Qur’an dan Sunnah, sebagai kompetensi utama. Pengetahuan sosiologis, komunikasi antar budaya dan pengetahuan manajemen merupakan kompetensi yang membri nilai tambah . Da’i tidak hanya dituntut menguraikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an atau Assunah tapi juga dituntut menjabarkan dalam konteks yang relevan dengan realitas masyarakat.
Abul A’la al- Maududi dalam bukunya “Tadzkiratud Du’atil” Islam mengatakan bahwasifat – sifat yang harus dimiliki seorang Da’I dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Dapat memerangi musuh yang ada dalam dirinya sendiri yaitu nafsu,untuk taat kepada Allah dan Rasul- Nya.
b. Sanggup berhijrah dari hal – hal yang maksiat yang dapat merendahkan dirinya dihadapan Allah dan masyarakat.
c. Mampu menjadi uswatun hasanah yang baik bagi Mad’unya.
d. Memiliki persiapan mental.

2. Mad’u
Manusia yang menjadi sasaran atau penerima dakwah, baik sebagai individu ataupun kelompok, baik manusia yang beragama Islam ataupun tidak. Al-Qur’an pun mengenalkan kepada kita beberapa tipe mad’u secara umum : mukmin, kafir, dan munafik. Dan dari tiga klasifikasi tersebut masih bisa dibagi lagi.
Orang mu’min bisa dibagi lagi menjadi tiga : dhalim linafsih, muctashid, dan sabiqun bilkhairat.
Orang kafir dapat dibagi lagi menjadi dua : kafir zimmi dan kafir harbi.
Di dalam Al – Qur’an selalu digambarkan bahwa, setiap Rasul menyampaikan risalah dalam keadaan yang berbeda – beda, sedangkan kaum yang dihadapi akan terbagi dua: mendukung dakwah dan menolak. Cuman kita tidak memiliki metode yang mendetaildidalam Al – Quran bagaimana berinteraksi dengan pendukung dan bagaimana menghadapi penentang. Tetapi , isyarat bagaimana corak mad’u sudah tergambar signifikan dalam al – quran.
• Instrumental Input
1. Media ( wasilah )
Alat yang dipergunakan untuk menyampaikan materi dakwah kepada mad’u. Hamzah Ya’qub membagi wasilah dakwah menjadi lima macam, yaitu : lisan, tulisan, lukisan, audio visual dan akhlak.
Pada dasarnya dakwah dapat menggunakan berbagai wasilah yang dapat merangsang indra-indra manusia serta merangsang untuk menerima dakwah.

2. Thariqoh ( Metode Dakwah )
Abdul Karim Munsyi, mengartikan metode sebagai cara untuk menyampaikan sesuatu. Dalam hal ini metode Dakwah adalah cara yang dipakai Da’i untuk menyampaikan materi Dakwah Islam. Dalam menyampaikan materi Dakwah metode sangat berperan penting. Suatu pesan walaupun baik, tetapi disampaikan lewat metode yang tidak benar, pesan tersebut bisa saja ditolak oleh siapa saja.
Dalam Al-Qur’an surat ( An-Nahl : 125 ) dijelaskan ada tiga metode, yaitu : hikmah, mau’izatul hasanah, mujadalahbillati hiya ahsan. Dan ini adalah merupakan pokok metode dalam Dakwah Islam. Selain itu dalam kitab Al-Tis’ah diterangkan metode dakwah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad :
a. Memberi kabar yang menyenangkan mad’u.
b. Bertahap.
c. Menggunakan sarana baru yang dianggap mashlahat.
d. Mengenai jiwa mad’u.
e. Secara individu, keluarga, pidato terbuka dan hijrah.




• Enviorment Input/Lingkungan
Dalam hal ini lingkungan adalah obyek harus dikaji secara mendalam karena lingkungan selain menjadi tempat dimana permasalahan dalam berdakwah bermunculan juga sebagai kenyataan yang hendak diubah atau memberikan pengaruh terhadap sistem dan proses dakwah terutama memberi masukan permasalahan yang perlu dipecahkan, menyangkut segala segi kehidupan.




BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Nasaruddin memberikan definisi bahwa itu sebagai berikut:
Sistem (system) menurut arti logot adalah suatu kelompok unsur-unsur yang saling berhubungan membentuk suatu kesatuan kolektif. Maksud sistem adalah suatu rangkaian kegiatan yang sambung-menyambung saling berkaitan menjelmakan urutan
Menurut Amrullah Ahmad pada umumnya sistem terdiri dari lima komponen dasar, yaitu input, (masukan), Convertion (prosespengubahan), output (keluaran) feedback (umpan balik), environment (lingkungan)”
Lebih rinci beliau mengatakan bahwa komponen input terdiri dari :
• Row Input/masukan utama
- Materi (maddah) :Aqidah, Syari’ah, Ahlaq
- Manusia : Da’I dan Mad’u
• Instrumental Input
- Media (maddah)
- Metode (thoreqoh)
• Enviorment Input/Lingkungan
B. Kata Penutup
Dengan memanjatkan puja & puji syukur Alkhamdulillah kehadirat Allah Swt, karena limpahan dan petunjuknya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Hal ini semata – mata karena pengetahuan penulis sangatlah terbatas dan sederhana. Untuk itu kritik dan saran untuk lebih terarah dan terbinanya pengetahuan penulis sangat diharapkan. Namun demikian penulis tetap berharap semoga penyusunan makalah ini dapat bermanfaat serta mendapat ridlo dari Allah Swt. Amin amin amin ya robbal alamin.


DAFTAR PUSTAKA

 KH. Irfan Hielmy, Dakwah Bil Hikmah, Yogyakarta, Mitra Pustaka, 2002
 Da’wah Mencermati Peluang dan Problematika, Ulil Amri Syafri MA. Dkk
(STID M. Natsir Press, Jakarta, 2007)
 Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, Ilmu Dakwah, Jakarta, Kencana,2004

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Makalah dengan judul Makalah Sistem Dakwah. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/03/makalah-sistem-dakwah.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.