Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

MENEROPONG SOSOK IDEAL MAHASISWA

Dalam dunia perkuliahan terdapat dua tipologi seorang mahsiswa berdsarkan pada karakter dan pilihan mahasiswa itu sendiri,yang sudah barang tentu tidak asing lagi bagi kita,pertama mahasiswa Akademis adalah Mahasiswa yang menjadikan kuliah sebagai suatu kuajiban yang harus dikerjakan,aktif kuliah dengan indeks prestasi kademik yang mendekati sempurna. Akan tetapi ada fenomena yang mengatakan bahwa mahasiswa seperti itu justru banyak mengalami kegagalan ketika dihadapkan pada persoalan riil yang timbul dalam masyarakat karena disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan keterampilan diluar bangku kuliah.kedua Mahasiswa Aktivis adalah mahasiswa yang lebih memilih aktif diluar bangku kuliah dan cenderung menghabiskan waktunya untuk berproses di organisasi kemahasiswaan baik intra maupun ekstra kampus,dengan indeks prestasi yang pas – pasan, ditambah lagi masa kuliah yang tidak pasti bahkan terkadang ada yang sampai nyaris drop out. Meskipun kerap gagal secara akademik dalam dunia perkuliahan dan administrative ketika bersaing dalam dunia kerja, tetapi sukses ketika menyelesaiakn persoalan – persoalan krusial yang terjadi ditengah – tengah masyarakat karena kematangan pengetahuan yang diperoleh diluar bangku kuliah.
Dilihat dari kedua tipologi tersebut sudah tampak jelas bagai mana gambaran kehidupan seorang mahasiswa,apabila termasuk pada kategori pertama, maka sudah jelas sekali perjalanan yang dilalui tidaklah jauh dari lingkungan kampus dan kos/rumah (keluarga). Sedangkan apabila tergolong pada kategori yang kedua sudah pasti banyak jalan yang dilalui diluar kampus, sehingga hampir pasti tidak pernah menginjakkan kakinya dilingkungan kampus.
Selain itu dari kedua tipologi tersebut ada beberapa perbedaan yang cukup menonjol, misalkan pada aspek kepribadian, juga pada model pergaulan. Paling tidak inilah potret riil dinamika kehidupan mahasiswa saat ini. Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimanakah sosok mahasiswa yang ideal? Dan jawabnya adalah mahasiswa yang memiliki kehidupan seimbang antara aktivitas akademik dan nonakademik. Denagan begitu, ketika seorang mahasiswa lulus tidak hanya mendapat ijazah kesarjanaan dan memperoleh gelar sarjana saja ,melainkan ilmu yang dapat meningkatkan kualitas diri sehingga memiliki daya saing ketika terjun kedalam dunia nyata(masyarakat).
Pada hakikatnya dunia perkuliahan terdiri dari dua aspek kegiatan akademik,yakni kegiatan intrakulikurel dan ekstrakurikurel. Dan kedua aspek ini menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan maupun kehidupan seorang mahasiswa. Aspek intrakulikurel adalah kegiatan yang wajib diikuti mahasiswa berdasarkan pada kurikulum yang berlaku dan terjadwal dengan sistem kredit semester (SKS).
Dengan demikian menjadi mahasiswa sangant dituntut kemandirian dalam segala hal, selain itu mahasiswa juga dituntut mampu berkomunikasi secara sistematis,proaktif, berfikir logis, dan bertindak proporsional dalam semua kegiatan yang diselenggarakan oleh kampus.Dan untuk mencapai semua itu tidaklah mudah, bagi mahasiswa yang hanya terpacu pada kegiatan intrakurikurel semata,yakni berangkat kuliah,mendengarkan ceramah dosen, mencatat ucapan dosen kemudian pulang dan menghabiskan waktunya dirumah/di kos, praktis mahasiswa seperti ini akan sangat sulit untuk maju dan berkembang. Sebab kegiatan intrakulikurel hanya membentuk aspek kognitif seseorang, sedangkan mahasiswa harus memiliki aspek afektif dan psikomotorik yang baik.an kegiatan ekstra menjadi opsi untuk menambal kekurangan pada aspek kognitif.
Kegiatan ekstra merupakan faktor yang sangat vital dalam menunjang kesuksean mahasiswa, disinilah pusat pelatihan alamiah yang akan membentuk kepribadian mahasiswa yang ideal. Selain itu kegiatan ekstra juga menawarkan segudang pengetahuan dan pengalaman yang tidak pernah diperoleh dari bangku kuliah.
Harus diakuai, bahwa indeks prestasi akademik yang sempurna menjadi filtrr yang utama dalam dunia kerja, namun sikap positif dan kematangan emosi sangat berperan dalam menentukan keberhasilan seseorang. Oleh karena itu keduanya harus berdampingan secara seimbang.
Jadi, mahasiswa yang menyeimbangkan kegiatan intra dan ekstra akan lebih memiliki pengalaman luas, sikap percaya diri, sportivitas dan kreativitas yang tinggi, memiliki daya juang dan saing yang kuat, tidak mudah putus asa dan cenderung berfikir dinamis juga visioner.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Artikel dengan judul MENEROPONG SOSOK IDEAL MAHASISWA. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/03/meneropong-sosok-ideal-mahasiswa.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.