Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Rumusan Definisi Psikologi, Psikologi Khusus, Psikologi Sosial dan Psikologi Terapan

psikologi berasal dari kata Psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Psikologi berarti ilmu pengetahuan tentang jiwa (ilmu jiwa). Namun sebagian ahli psikologi membedakan antara psikologi dan ilmu jiwa sebagai berikut:
- Ilmu jiwa merupakan istilah bahasa Indonesia sehari-hari yang dikenal tiap-tiap orang (lazim dipahami orang), sedang psikologi merupakan istilah ilmu pengetahuan yang bercorak ilmiah tertentu.

- Ilmu jiwa mempunyai arti lebih luas dari pada istilah psikologi. Ilmu jiwa meliputi segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan, khayalan dan spekulasi mengenai jiwa. Psikologi mengetahui ilmu pengetahuanmengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah yang memenuhi syarat-syarat yang disepakatiahli psikologi zaman sekarang.

Menurut Wundt, Psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Sedangkan Wundworth dan Marquis (1957) mendefinisikan psikologi sebagai ilmu tentang aktifitas-aktifitas individu dalam arti luas, baik aktifitas motorik, kongnitif maupun emosional. baik kesadaran maupun aktifitas merupakan refleksi dari kehidupan kejiwaan.

Psikologi Khusus

Psikologi Khusus ialah p[sikologi yang menyelidiki alam, mempelajari segi-segi kekhususan dari aktifitas-aktifitas pesikis manusia. Hal-hal khusus yang menyimpang dari hal-hal umum. Psikologi khusus meliputi antara lain : psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi pendidikan, psikologi kepribadian, psikopatologi, psikologi kriminal, psikologi perusahaan dan lain-lain.

Psikologi Sosial

Psikologi sosial merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang social. Ilmu pengetahuan yang dimaksud dalam psikologi sosial hanya mempelajari suatu gejala dalam kondisi-kondisi yang terkontrol, spekulasi-spekulasi yang bersifat perkiraan (armchair) tidak berlaku untuk menyusun teori-teori psikologi sosial. Unit analisis dalam psikologi sosial adalah individu bukan masyarakat maupun kebudayaan. sedangkan rangsangan-rangsangan sosial adalah manusia dan seluruh hasil karya manusia yang ada disekitar individu, termasuk norma, kelompok sosial dan produk sosial lainnya.

Psikologi Terapan

Psikologi terapan merupakan psikologi khusus yang diamplikasikan sesuai dengan bidangnya. Ilmu psikologi dipelajari dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kajian korelatif antara interaksi sosial dengan Citra Diri Manusia.

Interaksi sosial individu berkembang karena adanya dorongan rasa ingin tahu terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya. Interaksi sosisl diartikan sebagai cara-cara individu bereaksi terhadap orang-orang disekitarnya dan bagaimana pengaruh hubungan itu terhadap dirinya. Thibaut dan Kelly (1979) mendefinisikan interaksi sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama. Mereka menciptakan suatu hasil satu sama lain atau berkomunikasi satu sama lain. Setiap kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan mempengaruhi individu lain. Interaksi sosial mula-mula dimulai dari lingkungan rumah sendiri, kemudian berkembang lebih luas lagi kelingkungan sekolah dan dilanjutkan kelingkungan yang lebih luas lagi yaitu tempat berkumpulnya teman sebaya (Muhammad Ali :2005). Kesulitan interaksi sosial dengan teman sebaya sangat mungkin terjadi manakala individu dibesarkan dalam suasana pola asuh yang penuh unjuk kuasa dalam keluarga. Penyebab kesulitan hubungan sosial sebagai akibat pola asuh orang tua yang penuh unjuk kuasa adalah timbulnya rasa takut yang berlebihan pada anak sehingga tidak berani mengambil inisiatif, keputusan maupun tidak berani memutuskan pilihan teman yang dianggap baik.

Pola asuh orang tua yang sangat mengengkang anak pada umumnya masih bisa diperbaiki oleh orang tua itu sendiri, tetapi situasi pergaulan dengan teman sebayanya cenderung sulit diperbaiki. kemungkinan anak yang dibesarkan dalam keluarga seperti itu akan kesulitan beradaptasi dengan situasi yang akan menimbulkan konflik pada dirinya.ada dua kemungkinan kompensasi negatif yang dapat muncul pada anak dalam menghadapi konfliknya itu, yaitu rasa rendah diri yang akan tetap melekat pada dirinya atau anak berbuat berlebih-lebihan. dengan demikian keluarga merupakan peletak dasar interaksi sosial manusia pertama kali.

Jean Pieget berpendapat bahwa permulaan kerjasama dan konformisme sosial semakin bertambah pada saat usia anak mencapai 7 sampai 10 tahun dan mencapai kurva pada saat anak berada diantara umur 9 sampai 15 tahun. Hal ini berarti konformisme semakin bertambah dengan bertambahnya usia sampai permulaan remaja dan setelah itu mengalami penurunan kembali. Penurunan ini disebabkan pada masa remaja semakain berkembang keinginan mencari dan menemukan jati dirinya sehingga konformisme semakin berbenturan dengan upaya mencapai kemandirian atau individuasi.

interaksiyang terjadi antara individu dengan keluarga akan tampil dalam kualitas yang berbeda-beda. kualitas mengacu pada derajad relatif kebaikan atau keunggulan suatu hal. Suatu ionteraksi dikatakan berkualitas jika mampu memberikan kesempatan kepada individu untuk mengembangkan diri dengan segala kemungkinan yang dimilikinya. Williem Stern dalam teori Convergensinya mengkungkapkan behwa pekembangan pribadi manusia itu dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor pembawaan dan faktor lingkungan. kemungkinan pada manusia baru bisa berkembang bila ia bergaul dengan masyarakat. kalau lingkungan tidak memungkinkan berkembang tiap-tiap potensi, maka potensi-potensi itu tidak mungkin juga berkembang (Abu Ahmad :57:1999). Namun demikian, pengaruh sekitarpun ada batasnya, meskipun lingkungan memberi kemungkinan sampai maksimal, tetapi potensi tidak ada, maka tidak mungkin juga bisa berkembang.

Perasaan merupakan daya interaksi yang sangat penting. Perasaqan akan mencerminkan kepribadian seseorang sdalam interaksinya dengan dunia luar. perasaan adalah kondisi psikis yang biasanya selalu menyertai setiap pengalaman dan setiap daya-daya psikis yang lain (Purwanto :1997:39). dalam diri manusia terdapat bermacam-macam jenis perasaan termasuk perasaan harga diri yang merupakan penilaian terhadap tinggi rendahnya diri manusia terhadap manusia lain dalam pergaulan sehari-hari. Perasaan harga diri positif yang berlebihan 9Superior) akan menjadikan orang sombong. Sedangkan perasaan harga diri negatif yang berlebihan (inferior) menjadikan seseorang mempunyai harga diri kurang (minder waardigheids gevoel). perasaan-peraqsaan tersebut sangat dipengaruhi oleh interaksi sosial seseorang dengan lingkungan disekitarnya.

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Psikologi dengan judul Rumusan Definisi Psikologi, Psikologi Khusus, Psikologi Sosial dan Psikologi Terapan. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/03/rumusan-definisi-psikologi-psikologi.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.