Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

TV DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBINAAN ANAK


Dunia televisi di Indonesia kini telah berkembang menjadi industri yang menjual isi program siaran sebagai komoditas. Hal itu terpotret dari tayangan televisi setiap hari menunjukan kecendrungan semakin jauh dari nilai-nilai edukasi bagi masyarakat. Progarm tayangan yang disajikan masih tidak mampu melepaskan unsur kekerasan, pornografi, mistik dan fitnah. Kondisi ini menunjukan betapa dikuasainya para pemilik media yang masih mengedepankan karakternya sebagai bisnis oriented dan jauh dari misi sosial.
Hasil pantauan terhadap isi program siaran televisi yang dilakukan KPI Pusat menunjukan jumlah stasiun TV tahun 2007 sebanyak 11 buah. Penetrasi TV tahun 2005 mencapai 75 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 230 sekitar Rp 53,5 persen rumah tangga. Kemudian belanja iklan televisi tahun 2007 sekitar Rp 35 triliun.
Dilihat dari penggunaan media TV, jumlah pesawat TV di Indonesia tahun 2005 sekitar 30 juta buah, yang ditonton sekitar 75 persen penduduk atau sekitar 175 juta orang, dengan lama menonton berkisar 3-5 jam perhari untuk semua katagori umur, dan 5 jam sehari untuk anak-anak di bawah 10 tahun. Angka menonton tayangan televisi untuk anak-anak di Amerika jauh lebih rendah hanya 4 jam sehari, dibandingkan anak-anak Indonesia, yang rata-rata 5 jam sehari.
Isi program siaran televisi yang sering dikeluhakan khalayak antara lain masih menonjolkan unsur kekerasan, gosip, mistik, iklan SMS, seks dan pornografi. Tentu saja, masalah ini harus menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya KPI-KPID saja, tetapi juga publik secara luas. Terutama lagi harus menjadi perhatian bagi para wakil rakyat di DPR-RI, yang bertugas menyiapkan regulasi demi perbaikan bangsa ini.
Televisi mempunyai powerfull terhadap khalayak luas, pengaruhnya tidak hanya di tataran kognitif. Bahkan televisi memiliki kemampuan membentuk opini, citra, dan imajinasi. Maka, televisi secara tidak langsung juga memiliki tanggung jawab sosial yang sangat besar bagi masa depan bangsa, mengingat bangsa kita saat ini dari sisi mental masih dalam kondisi sakit kronis, sehingga program siaran televisi diharapkan ikut berperan dalam mendidik bangsa ini.
Semua pihak tentu akan setuju bila program televisi punya tanggung jawab moral dan sosial yang lebih besar turut andil dalam meningkatakan kwalitas mental spiritual maupun edukasi, mengingat media punya pengaruh yang cukup kuat dalam membentuk prilaku masyarakat, selain itu media penyiaran sudah menjadi ideologi yang selalu menjadi rujukan masyarakat luas.
Terhadap strategisnya posisi media penyiaran dalam membangun mental dan karakter bangsa, mestinya penyelenggaraan siaran sadar dan paham tentang tanggung jawabnya dalam mendidik bangsa. Jangan semata mengedepankan bisnis siaran dengan tujuan mengeruk keuntungan yang berlimpah. Satu hal yang patut untuk dikedepankan adalah etika penyiaran agar bisa menjadi potret penyiaran yang edukatif dan berkualitas.
Untuk mencapai harapan tersebut dibutuhkan kerjasama dan kesadaran semua pihak tentang arti pentingnya isi siaran televisi. Kerjasama itu idealnya melibatkan pemerintah dan KPI selaku regulator penyiaran serta dengan para pelaku bisnis siaran dan masyarakat. Pelaku penyiaran harus punya komitmen untuk menyajikan isi siaran yang baik, mendidik, menghibur dan marketable. Pemerintah melalui KPI harus selalu aktif mengontrol program isi siaran. Selain itu masyarakat agar kritis terhadap program siarannya. 


Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Artikel dengan judul TV DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBINAAN ANAK. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/03/tv-dan-pengaruhnya-terhadap-pembinaan.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.