Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Teknik Ilmu Komunikasi

Setelah kita mengetahui apa komunikasi, bentuk-bentuk komunikasi, proses komunikasi dan yang lainnya, maka kita juga harus bisa menerapkan dan melakukan komunikasi yang baik. Dan juga harus mengetahui bagaimana teknik-teknik komunikasi itu sendiri. Diharapkan dengan teknik-teknik ini komunikasi yang kita pakai bisa dikatakan sebuah komunikasi yang baik dan benar.

TEKNIK KOMUNIKASI

a.    Komunikasi informatif (informative communication).
b.    Komunikasi persuasif (persuasive communikation).
c.    Komunikasi pervasif (pervasive communikation).
d.    Komunikasi instruktif (intructive communication).
e.    Komunikasi Koersif (coersive communication).
f.    Hubungan manusiawi (humen relation).

    Informatif
    Informatif, yakni agar orang lain yang diajak berkomunikasi dapat mengerti dan tahu apa yang di sampaikan atau diucapkan oleh seorang komunikator. Komunikasi ini bersifat memberi informasi, bersifat menerangkan. Sedangkan suatu penerangan harus bersifat edukatif, stimulatif, dan persuasif. Sedangkan dalam kamus besar yang dimaksud dengan informasi itu sendiri adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan kabar atau berita tentang sesuatu. Ling keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat didalam bagian-bagian amanat itu.

    Persuasif
    Persuasif, yakni nagar orang lain yang diajak berkomunikasi bersedia menerima sesuatu faham atau keyakinan, dan mau melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan dan lain-lain. Persuasif yakni suatu teknik komunikasi secara pesikologis manusiawi yang sifatnya halus, luwes berupa ajakan, bujukan atau rayuan. Tetapi komunikasi ini hanya digunakan kepada komunikan yang potensial saja, artinya tokoh yang mempunyai jajaran dengan pangkatnya atau anah buahnya dalam jumlah yang sangat banyak sehingga apabika ia berhasil diubah sifatnya atau ideologinya, maka seluruh jajaran mengikutinya.

    Komunikasi persuasif akan sangat efektif. Itu akan terjadi apabila adanya pengurangan disonansi. Tetapi sebaliknya apabila disonansi itu ditingkatkan maka komunikasi persuasif kemungkinan akan tidak efektif. Dan komunikasi persuasif itu sangat memerlukan pemahaman dari seorang komunikator. Persuasif juga merupakan sesuatu atau semacam tipuan yang sangat meyakinkan.

    Dalam kamus besar persuasif diartikan komunikasi yang bersifat membujuk secara halus (supaya menjadi yakin) hanya dengan cara pendekatan itu dilakukan. Sedangkan arti persuasi adalah bujukan halus, ajakan seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek bauk yang meyakinkannya.

    Pervasif
Pervasif dapat diartikan merembas atau meresap. Yakni komunikasi yang sifatnya bisa membuat seseorang dapat merasakan dan meresapi suatu komunikasi yang dihadapi pada waktu itu dan pada waktu tertentu. Sehingga orang tersebut dapat teringat secara terus menerus karena komunikasi yang didapat sudak menempel dan meresap pada otak atau fikirannya.

    Koersif
Koersif dapat diartikan suatu pemaksan yang nantinya kebanyakan pada hasilnya menampakkan suatu hasil yang negatif. Yang sifatnya berkenaan dengan koersi. Koersi adalah sos bentuk akomodasi yang prosesnya dilakukan atau dilaksanakan dengan mempergunakkan tekanan sehingga salah satu pihak yang berinteraksi berada dikeadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan. Dan merupakan sistem komunikasi yang menggunakan paksaan atau kekerasan.

    Instruktif
Instruktif adalah suatu perintah yang bersifat mengancam. Tetapi ancamannya itu mengandung suatu yang dapat menjadikan seseorang itu untuk melakukan perintahnya. Instruktif bersifat memerintah, nasihat-nasihatnya bergaya. Sedangka yang dimaksud dengan instruksi adalah perintah atau arahan (untuk melakukan suatu pekerjaan atau melakukan suatu tugas, dan merupakan pelajaran dan petunjuk.

    Hubungan Manusiawi
    Hubungan manusiawi adalah terjemahan dari human relation, ada juga orang yang menterjemahkan menjadi “hubungan manusia” dan “hubungan antar manusia”, yang sebenarnya tidak terlalu salah karena yang berhubungan tidak seperti orang berkomunikasi biasa, bukan hanya merupakan penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain, tetapi hubungan antara orang-orang yang berkomunikasi itu mengandung unsur-unsur kejiwaan yang sangat mendalam. Hubungan manusiawi dikatakan komunikasi karena sifatnya action oriented, yang mengandung sebuah kegiatan untuk merubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang.

    Hubungan manusiawi dalam arti luas adalah interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan. Jadi, hubungan manusiawi dapat dilakukan di mana saja berada seperti, di rumah, di jalan, dalam bis, dan sebagainya. Sedangkan hubungan manusiawi dalam arti sempit adalah interaksi antara seseorang dengan orang lain. Akan tetapi, interaksi disini hanyalah dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan (work organization).

    Adapun teknik dalam hubungan manusiawi ini dapat dilakukan untuk menghilangkan hambatan-hambatan komunikasi, meniadakan salah pengertian, dan mengembangkan segi konstruktif sifat tabiat manusia. Demikian yang di katakan R.F.Maier dalam bukunya, principle of human relations.

    Dalam derajat intensitas yang tinggi, hubungan manusiawi dilakukan untuk menyembuhkan orang yang menderita frustasi. Seseorang yang menderita frustasi dapat dilihat dari tingkah lakunya, ada yang suka merenung murung, lunglai tak berdaya, putus asa, mengasingkan diri, mencari dalih untuk menutupi ketidak mampuannya, mencari kopensasi, berfantasi, atau bertingkah laku kekanak-kanaan. Maka disinilah pentingnya peranan hubungan manusiawi. Dan dia harus mampu membawa penderita dari problem situation kepada problem solving behavior.

    Dalam kegiatan hubungan manusiawi ada cara untuk teknik yang bisa digunakan untuk membantu mereka yang menderita frustasi, yakni apa yang disebut counseling (karena tidak ada perkataan bahasa indonesia yang tepat, dapat diindonesiakan menjadi konseling). Yang bertindak sebagai konselor (counselor) bisa pimpinan organisasi, kepala humas, atau kepala-kepala lainnya (kepala bagian, seksi, dan lain-lain).

    Tujuan konseling ialah membantu konseli (counselee), yakni karyawan yang menghadapi masalah atau yang menderita frustasi, untuk memecahkan masalahnya sendiri atau mengusahakan terciptanya suasana yang menimbulkan keberanian untuk memecahkan masalahnya.

    Dalam kegiatan hubungan manusiawi terdapat dua jenis konseling, bergantung pada pendekatan (approach) yang dilakukan. Ada dua jenis konseling adalah directive counseling yaitu :
1.    konseling langsung
    directive counseling atau konseling langsung kadang-kadang disebut juga counselor centered approach, yakni conseling yang pendekatannya terpusat pada konselor. Dalam teknik konselor seperti ini aktifitas utama terletak pada konselor. Pertama-tama konselor berusaha agar terjadi hubungan yang akrab sehingga konseli menaruh kepercayaan kepadanya. Selanjutnya ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam rangka mengumpulkan informasi. Informasi yang diperolehnya itu berusaha memehami masalah yang memberati konseli.

    Untuk nebgetahui diagonisnya yang tepat, konselor harus memahami fakta masalah yang berhubungan dengan masalah itu. Jika konseli mengemukakan kesulitannya, konselor harus merasa pasti bahwa itulah masalah yang dihadapi oleh konseli. Konselor harus benar-benar mengerti mengenai informasi yang diperolehnya itu sehingga dapat melakukan interprestasi. Haya bila ia mengerti dan dapat melakukan interprestasi, ia akan dapat memberikan nasihat dan sugesti kepada konseli. Syarat sugesti ialah kepercayaan. Konseli akan kena sugesti kalau ia menaruh kepercayaan kepada konselor ; kalau konselor mempunyai kelebihan pengalaman dan pengetahuan dari pada konseli, dan bila tingkah laku konselor tidak konselor.

2.    konseling tidak langsung
    non-directive counseling atau konseling tidak langsung juga counselee centered aproach, pendekatan yang terpusat kepada konseli. Jenis ini dapat digunakan oleh konselor yang tidak memiliki pengetahuan mendalam mengenai pesikologi. Dibanding dengan counselor centered approach counseling  yang tradisional itu, counselee centered aproach counseling lebih ampuh dalam membantu seseorang yang menderita frustasi. Dalam konseling jenis ini, aktifitas utama terletak pada pihak konseli, sedangkan konselor hanya berusaha agar konseli merasa mudah memimpin dirinya sendiri. Konseli dibantu untuk merasa dirinya bebas untuk menyatakan isi hatinya, dan sebagainya.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Komunikasi dengan judul Teknik Ilmu Komunikasi. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/05/teknik-ilmu-komunikasi.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.