Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Cabang-Cabang Ilmu Komunikasi

Cabang-cabang ilmu komunikasi adalah ilmu-ilmu yang mendukung dalam pelaksanaan dakwah, cabang-cabang ilmu komunikasi banyak sekali, tetapi kami disini hanya mengangkat dua yaitu, Ilmu Komunikasi dan Presentasi Public Speaking, karena keterbatasan kami dalam mencari materi cabang-cabang ilmu komunikasi yang lainya .
Ilmu komunikasi sangat mendukung dalam peyampaian dakwah, sebab memuat bagaimana cara penyampaian yang mudah dipahami, menanggapi umpan balik yang benar ,manggunakan sandi yang sesuai.
Public speaking mencakup tentang proses perencanaan dan pelaksanaan berbicara/berpidato di hadapan orang banyak dalam satu forum, sehingga tercapai tujuan apa yang telah di tetapkan.

Pengertian komunikasi
Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris communication berasal dari bahasa latin communicotio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini adalah sama makna.
Jadi, kalau ada dua orang terlibat dalam kounikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan tejadi selama ada kesamaan makna mengenai yang dipercakapkan. Kesamaan bahasa yang digunakan belum tentu menimbulkan kesamaan makna. Dengan kata lain, mengerti bahasa belum tentu mengerti makna bahasa yang di bawakan itu. Percakapan dikatakan komunikatif  apabila kedua-dua nya,selain mengerti bahasa yang dipergunakan, juga mengerti makna dair bahan yang di percakapkan.
Pentingnya komunikas bagi kehidupan sosial, budaya, pendidikan, dan politik sudah disari oleh para cendikianwan sejak Aristoteles . akan tetapi Aristoteles hanya berkisar pada retorika dalam lingkungan  kecil. Baru pada pertengahan abad ke-20 ketika dunia dirasakan semakin kecil akibat revolusi industri dan revolusi tegnolog elektronik,setelah ditemukan kapal api, pesawat terbang, listrik,telepon, surat kabar, film, radio, televisi, dan sebagainya, maka paracendikiawan pada abad sekarang menyadari pentingnya komunikasi ditingkatkan dari   pengetahuan knowledge menjadi ilmu scienc.
Menurut Carl I. hovland, ilmu komunikasi dalah : upaya yang sestemaits untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan  sikap.
Untuk memahami pengertian sehingga dapat dilancar kan secara efektif, para peminat komuikasi sering mengutip paradigma yang dikemukakan Harold Laswell. Lasswell mengatakan bahwa komunikasi meliputi lima unsur yakni:

- Komunikator
- Pesan
- Media
- Komunikan
- Efek
Jadi, berdasarkan paradigma lasswell tersebut, komunikasi adalah proses penyapaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertetu.
Seperti ilmu-ilmu yang lain, ilmu komunikasi pun menyelidiki gejala-gejala komunikasi. Tidak hanya dengan pendekatan secara antologis (apa itu komunasi) tetapi juga secara aksilogis (bagaimana berlangsungnya komunikasi yang efektif) dan secara epistemologis (untuk apa komunikasi itu dilaksanaka).

2.   Proses Komunikasi
Proses komunikas terbagi menjadi dua tahap, yakni secara primer dan secara scunder.
Proses Komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah Proses penyampayan pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang sebagai media. Lambang tersebut adalah bahasa,kial,isyarat,gambar,warna dan lain sebagainya.
b. Proses komunikasi secara sekunder.
Proses komunikasi secara sekunder adalah prosses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambing setelah media pertama.
Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sasarannya berada ditempat yang relative jauh atau jumlahnya banyak. Surat. Telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televise, film, dan banyak lagi adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi.
Perkembangan Komunikasi

Pada akhir-akhir ini di Indonesia komunikasi semakin penting dan diperhatikan orang, hal ini karena komunikasi merupakan alat pembangunan, alat intergrasi, alat kekuasaan, dan untuk itu komunikasi penting untuk diketahui, dihayati, dan dipahami oleh semua orang. Khususnya untuk penyelenggara pembangunan, sebab mereka lebih banyak berhadapan dan berhubungan dengan pelaksana pembangunan dan masyarakat luas.

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka dunia pun semakin mendapat tantangan dan ujian atas kemajuan tersebut, termasuk kemajuan di bidang komunikasi. Akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta modemisasi maka akan terjadi ledakan yang amat dahsyat yaitu ledakan informasi. Hal ini terjadi karenaselain bertambahnya penemuan-penemuan baru di bidang ilmu, juga disebabkan timbulnya kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan baru dan rangsangan-rangsangan baru dalam masyarakat.  Revolusi informasi disebabkan pesatnya kemajuan bidang iptek. Hal ini jelas akan membawa pengaruh besar dalam hidup dan kehidupan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsug. Di Indonesia berkat getaran gelombang informasi edan penerangan yang menjangkau daerah-daerah pedesaan, rakyat dewasa ini telah mulai kritis dan tidak mudah diperbodoh. Ini akan menambah dampak yang positif dan penting dalam melaksanakan pembangunan nasional yang dikaitkan dengan perkembangan dan kemajuan komunikasi.

Produk Teknologi
Berbagai teknologi baru telah diterapkan dalam masyarakat terutama di kota-kota besar dalam berbagai dimensi kehidupan komunikasi sehari-hari, baik dari segi komunikasi interpersonal, komunikasi massa, ataupun yang lainnya.

Dari sudut fungsinya, klasifikasi berbagai teknologi dan media berdasarkan yang memakainya sebagai berikut :

Komunikasi Massa
Terlihat kemajuan pesat penerapan teknologi radio dan audiovisual. Perkembangan, terutama berkat teknologi radio transistor dan minaturasi pesawat. Kemajuan teknologi di bidang televisi hitam putih menjadi televisi berwarna. Sebagaimana radio, kemudian televisi ini tidak dianggap barang mewah lagi. Perkembangan lebih lanjut adalah keantena parabola, walaupun sebenarnya tidak efisien, dan umumnya tidak dapat menangkap satelit kecuali palapa. (Mengenai palapa ini uruiannya dapat dibaca dalam Domestik. “Widjaja. Hlm. 107-110). Media cetak juga mengalami kemajuan dengan teknologi yang lebih baik dan telekomunikasi yang lebih lancer. Berita menjadi lebih cepat, foto yang dimuat ialah yang paling akhir, cetakan tajam, dan berbagai muatan khusus mulai mendapat perhatian. Kemajuan media cetak ini tidak secapat kemajuan teknologi radio dan audiovisual.

Media Pribadi
Pada media pribadi, teknologi kaset paling menonjol. Kemunculan kaset melalui media massa terutama dapat dipakai untuk hiburan, bukan informasi. Keistimewaan kaset adalah pada sifatnya yang lebih akrab, begitu pula dengan adanya video kaset. Kedua alat ini, baik kaset maupun video kaset mempunyai pengaruh dan jangkauan luas di dalam masyarakat. Video berpengaruh kepada keberadaan media lain seperti film (bioskop).

Media Interpersonal
Teknologi komunikasi berperantara (mediated communication) makin banyak dipergunakan dalam perilaku komunikasi interpersonal. Telepon yang ditunjang oleh alat penunjang yang semakin canggih, di antaranya dilengkapi alat perekam atau ditunjang/digantikan oleh alat komunikasi yang lain misalnya melalui teleks.

Komunikasi Sosial Anonim
Di bidang komunikasi social kita mengenal radio antar penduduk (CB). CB selain alat untuk komunikasi antara personal berperantara, dapat juga dipakai sebagai alat komunikasi social. Komunikasi ini (anonim) ada pamrih kecuali untuk mengisi waktu.

Media Pengumuman
Teknologi sistem komunikasi umum (public address system) mempunyai fungsi dan peranan baru. Pada tempat-tempat ibadah mempergunakan berbagai pengumuman dan penyebaran informasi kepada jamaahnya dan masyarakat, dan suaranya dapat mendominasi lingkungan. Namun hal ini dapat memberikan dampak social berupa ketegangan dalam masyarakat, terutama dalam masyarakat yang heterogen.

Dewasa ini, pada rumah keluarga dan kantor-kantor ada yang telah mempergunakan alat seperti aiphone untuk komunikasi anatar petugas dan anggota keluarga. Teknologi seperti itu tentu akan menguragi komunikasi langsung dan kedekatan hubungan, apalagi kalau alatnya bersifat satu arah.
Dari uraian-uraian tersebut maka dapat kita lihat beberapa hal dalam teknologi komunikasi ini,  antara lain :
Bebagai jalan alternatif tersedia untuk berkomunikasi, sehingga makin banyak pilihan untuk kesempatan berkomunikasi.
Teknologi komunikasi memungkinkan keanekaragaman informasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kesemua itu tentu mempunyai dampak baik positif maupun negative, namun pada akhirnya dikembalikan kepada manusia sendiri sebagai pengelolanya.

3. Public Speaking
Pidato atau istilah bahasa Inggris disebut public speaking, pada hakikatnya adalah berbicara di muka umum, baik langsung maupun tidak. Langsung dalam arti si pembicara langsung berkomunikasi secara berhadapan muka (face to face) dengan hadirinya. Namun pidato juga dapat dilakukan secara tidak langsung, yaitu berbicara melalui media massa untuk konsumsi umum. Dalam hal ini pesan komunikasi atau materi pembicaraan disalurkan dari si pembicara melalui media massa kepada khalayak. Pidato, baik langsing maupun tidak, pada dasarnya merupakan suatu komunikasi lisan (oral communication) di mana seorang komunikator menyampaikan buah pikiran dan atau perasaanya kepada sejumlah pendengar untuk tujuan tertentu sesuai dengan kehendaknya.
Kiat Membuat dan Meyajikan Presentasi yang Bagus dan Menarik
Untuk membuat dan menyajikan presentasi yang bagus dan menarik, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan, yaitu :
1.    Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi
2.    Perencanaan materi presentasi
3.    Penguasaan aspek teknis
4.    Teknik penyajian presentasi
1.    Pemilihan Aplikasi Pembuatan Presentasi
Dewasa ini, aplikasi pembuatan presentasi terbagi dalam beberapa kategori. Perbedaan utama yang dimiliki masing-masing jenis aplikasi umumnya terletak pada output file yang dihasilkan dan media penyajian presentasi yang diakomodasi oleh aplikasi terkait. Kategori jenis, output file, dan media penyajian presentasi antara lain meliputi :
a.    Aplikasi Office
Penggunaan aplikasi office disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi secara cepat dan praktis, dengan materi presentasi yang singkat dan ringkas. Integritas aplikasi office memungkinkan penyajian grafik, tabel, dan data dapat dilakukan secara mudah. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, mengingat secara umum setiap komputer memiliki aplikasi office di dalamnya. Microsoft PowerPoint merupakan contoh aplikasi yang sangat lazim digunakan untuk kebutuhan ini.
b.    Aplikasi Multimedia
Penggunaan aplikasi multimedia disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi yang interaktif, otomatis, dan berdaya tarik. Penggunaan efek, animasi, objek grafis, serta materi audio dan video menjadi lebih optimal jika dirangkai melalui aplikasi jenis ini. Flesibilitas penyajian output presentasi sedikit terbatas. Umumnya output file yang dihasilkan memerlukan aplikasi bantu tertentu untuk menunjang penyajiannya. Hal ini dapat diatasi penyaji dengan selalu menyiapkan source player multimedia pada kemasan modul presentasinya. Macromedia Flash, merupakan contoh aplikasi yang lazim digunakan untuk kebutuhan ini.
c.    Aplikasi Dokumentasi
Penggunaan aplikasi dokumentasi disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi dengan materi detail dan komprehensif. Aplikasi jenis ini mampu mempertahankan konsistensi presisi tampilan dan menyediakan fasilitas proteksi pada content dokumen. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, bahkan bersifat multi platform (dapat diakses dari berbagai sistem operasi). Selain itu, output file dapat dipertukarkan dan disajikan secara aman melalui beberapa metode (misalnya via internet). Tool PDF Maker seperti Adobe Acrobat, atau HTML Editor seperti Microsoft FrontPage merupakan beberapa alternatif aplikasi yang dapat Anda gunakan.
Berdasarkan output dan media presentasi yang didukung oleh jenis aplikasi presentasi di atas, Anda dapat memperkirakan aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pembuatan dokumen presentasi Anda.
2.    Perencanaan Materi Presentasi
Perencanaan dokumen presentasi merupakan hal paling mendasar yang perlu Anda persiapkan. Beberapa di antaranya adalah :
a.    Tentukan Tema dan Tujuan secara Spesifik
Meskipun Anda dimungkinkan menyusun satu dokumen presentasi dengan kandungan yang sangat komprehensif untuk berbagai keperluan, namun hal ini tidak disarankan. Pastikan Anda memiliki dokumen presentasi tersendiri dengan tema, tujuan dan misi, serta target audience penyajian presentasi yang spesifik.
b.    Susun Kerangka Materi Presentasi
Ibarat merencanakan sebuah karya tulis yang dituangkan dalam sebuah kerangka karangan, maka presentasi yang baik juga harus memiliki kerangka materi yang dituangkan dalam poin-poin presentasi. Susun poin-poin utama presentasi, estimasikan jumlah dan koherensi slide-slide Anda, temasuk pertimbangan perlunya referensi-referensi pendukung.
c.    Kumpulkan Materi Utama dan Pendukung
Pengumpulan materi dapat Anda persiapkan dari awal. Anda dapat mulai merangkum sumber-sumber materi yang akan Anda tuangkan. Pilih koleksi file gambar, audio, atau video sebagai objek pendukung. Siapkan tabel, grafik, dan data pendukung jika diperlukan.
d.    Tentukan Aplikasi Pembuat Presentasi yang Tepat
Berdasarkan perencanaan, kerangka, dan kumpulan materi yang telah Anda siapkan di awal, maka Anda dapat memilih aplikasi pembuat presentasi yang tepat bagi penuangan materi presentasi Anda. Baca kembali tip pada bagian awal untuk memastikannya.
e.    Manfaatkan Aplikasi Penunjang
Inovasi di bidang perangkat lunak dewasa ini sangat beragam. Anda dapat memanfaatkan aplikasi tertentu untuk keperluan tertentu. Pada dasarnya, output akhir yang Anda persiapkan melalui aplikasi penunjang selalu dapat Anda integrasikan ke dalam slide presentasi. Di samping memanfaatkan aplikasi penunjang bagi penyusunan materi, Anda sebaiknya juga melengkapi diri dengan berbagai aplikasi bantu bagi penyajian presentasi.
f.    Tentukan Output Sesuai Dengan Kebutuhan
Tentukan output akhir presentasi Anda berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah diulas di bagian awal. Jika memungkinkan, pilih output akhir yang paling fleksibel, sehingga Anda mudah menyajikan, mengekspor, atau mengonversikan formatnya ke dalam output lainnya jika diperlukan.
3.    Penguasaan Aspek Teknis
Selain menguasai aspek pembuatan sebuah dokumen presentasi melalui aplikasi tertentu, akan lebih ideal jika Anda juga memahami berbagai hal berkaitan dengan aspek teknis seputar penyajian presentasi. Beberapa di antaranya adalah tentang perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan sebuah presentasi, perangkat pendukung yang dapat Anda pilih, serta teknik-teknik penggunaannya. Beberapa hal yang sebaiknya Anda pahami atara lain :
a.    Pemilihan Perangkat Komputer
Peran komputer penyaji sangat dominan bagi kelancaran sebuah sesi presentasi. Pertimbangan pemilihan perangkat komputer antara lain mengenai spesifikasi teknis komputer, jenis atau tipe komputer, kelengkapan perangkat teknologi yang terpasang, serta sistem operasi dan aplikasi penunjang yang ada di dalamnya.
b.    Pemilihan Media Simpan
Media simpan tidak hanya terbatas pada harddisk yang ada di dalam PC Anda. Pertimbangkan segi portabilitas, flesibilitas, dan mobilitas media simpan bagi dokumen presentasi Anda. Pertimbangkan pemakaian keping optical disk, USB Flash Memory, atau bahkan server jaringan atau hosting internet.
c.    Pemilihan Perangkat Display
Perangkat display presentasi tidak hanya terbatas pada OHP. Pertimbangkan penggunaan LCD Projector, DLP Projector, atau Dual / Multi Monitor untuk berpresentasi. Tentukan juga jenis screen yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
d.    Pemilihan Perangkat Pendukung
Sound system yang memadai adalah syarat mutlak bagi penyajian presentasi. Tentukan jenis perangkat sound system yang fleksibel namun berkemampuan optimal. Pertimbangkan juga pemakaian laser pointer untuk mendampingi sesi presentasi Anda. Sediakan camera pada ruang presentasi untuk keperluan dokumentasi Anda, terlebih jika Anda ingin mendistribusikan kembali moment-moment presentasi yang cukup penting untuk kolega Anda.
4.    Teknik Penyajian Presentasi
Sebagus apapun materi presentasi Anda, selengkap apapun perangkat presentasi yang tersedia, semua akan sia-sia jika teknik penyajian presentasi Anda tidak menarik. Beberapa tip yang kami berikan antara lain :
a.    Kuasai Teknik-teknik Penyajian Presentasi
Temukan teknik-teknik tertentu, seperti bagaimana menyajkan presentasi melalui beberapa monitor, bagaimana menyembunyikan sajian slide secara temporer untuk mengalihkan perhatian audience dari screen ke pembicaraan Anda, termasuk bagaimana mengemas slide presentasi agar dapat berjalan secara otomatis atau dapat diakses via internet.
b.    Simulasikan Presentasi Anda Sesering Mungkin
Jika perlu, gunakan fasilitas Timer yang tersedia pada aplikasi penyaji presentasi untuk memastikan ketepatan waktu pemaparan setiap slide presentasi Anda.
c.    Lengkapi Sajian Presentasi Dengan Materi Tambahan
Anda dapat mencetak dan mendistribusikan lembar handout, membagikan CD materi presentasi, atau bahkan menyertakan materi pendukung bagi audience. Hal ini dapat meminimalkan pecahnya perhatian audience karena harus mencatat poin-poin dan paparan Anda, menghindari tidak tertangkapnya sebagian materi presentasi yang Anda sajikan, dan tentunya menjadi salah satu media penyebaran bagi visi dan misi penyajian presentasi anda.


DAFTAR PUSTAKA

Suhandang, Kustandi, 2009, Retorika Strategi Teknik Dan Taktik Pidato, Nuansa : Bandung
Widjaja, H.A.W, Prof. Drs, 2000, Ilmu Komunikasi Pengantar Studi, PT Rineka Cipta, Jakarta
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Komunikasi / Makalah dengan judul Cabang-Cabang Ilmu Komunikasi. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/06/cabang-cabang-ilmu-komunikasi.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.