Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Makalah Zakat, Infak dan Sodakoh

Zakat, infaq, dan shodaqoh mengajarkan kepada kita satu hal yang sangat esensial, yaitu bahwa Islam mengakui hak pribadi setiap anggota masyarakat, tetapi juga menetapkan bahwa didalam kepemilikan pribadi itu terdapat tanggung jawab social atau dalam kata lain bahwa Islam dengan ajarannya sangat menjaga keseimbangannya antara maslahat pribadi dan maslahat social.

1. Zakat
Zakat Ditinjau dari segi bahasa, kata zakat mempunyai beberapa arti, yaitu al-barakatu “keberkahan”, al namaa “pertumbuhan dan perkembangan”, ath-thaharatu :kesucian”, dan ash-shalahu “keberesan”. Sedangkan secara istilah yaitu, bahwa zakat itu adalah bagian dari harta dengan persyaratan tertentu, yang Allah SWT mewajibkan kepada pemiliknya, untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanaya, dengan persyaratan tertentu pula.1
Hubungan antara pengertian zakat menurut bahasa dan menurut istilah, sangat nyata dan erat sekali, yaitu bahwa harta yang dikeluarkan zakatnya akan menjadi berkah, tumbuh, berkembang dan bertambah, suci dan beres (baik). Sedangkan menurut terminologi syari'ah (istilah syara'), zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

a.    Macam-macam Zakat dan Hukumnya
Pada garis besarnya, zakat dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1.    Zakat harta (zakat mal), seperti : zakat emas, perak, binatang ternak, hasil tumbuh-tumbuhan baik berupa buah-buahan maupun biji-bijian, dan harta perniagaan.
2.    Zakat jiwa (zakat nafs), yang dalam masyarakat kita dikenal dengan sebutan zakat fitrah (zakatul fitrah), yaitu zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim di bulan ramadhan pada hari menjelang ‘idul Fitri.
Sementara itu ada sebagian Ulama yang membagi macam-macam zakat dari segi apakah itu dapat disembunyikan ataukah tidak dapat disembunyikan oleh pemiliknya. Adapun Zakat fitrah adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada waktu menjelang akhir bulan Ramadhan.

Atas dasar ini mereka membagi zakat menjadi dua macam pula, yaitu :
1.    Zakat harta yang nyata (tidak bisa disembunyikan), seperti binatang ternak dan hasil tanaman.
2.    Zakat harta yang tidak nyata (yang bisa disembunyikan), seperti emas, perak, dan harta perniagaan.
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.
Sebagaimana yang sudah diketahui, ajaran Islam bukan saja mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi mengatur hubungan manusia dengan manusia lainya (bablum minallah wa bablum minannas).(QS. Ali Imron 3: 112).
Itulah sebabnya mengapa setiap ibadah dalam Islam, selain bersifat ubudiyah (penyembahan terhadap Tuhan), juga mengandung unsur muamalah (relationship) dengan sesame manusia. Di antaranya, yang amat penting, ialah unsure peri kemanusiaan : penyantunan, kasih sayang, tolong menolong, dan lain-lain.
b.    Syarat-syarat wajib zakat
1.    Muslim
2.    Aqil baliqh
3.    Milik sempurna
4.    Cukup Haul
5.    Cukup Nisab

c.    Hikmah Zakat
Zakat mensucikan jiwa orang yang kaya dari kebakhilan yang akut; penyakit jiwa ini bisa mendorong seseorang pada keterpurukan yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain. Penyakit bakhil merupakan penyakit jiwa yang mendorong kepada cinta harta yang berlebihan, hingga merendahkanya di hadapan manusia, apalagi Tuhan. Individu maupun manusia masyarakat yang dihinggapi atau dikuasai oleh kebakhilan tidak merasakan bahagia. Al-Qur’an telah mengingatkanya dalam surat al-Hasyr 59 : 9.
Beberapa hikmah zakat bagi kehidupan mesyarakat di antaranya sebagai berikut :
1.    Menghindari kesenjangan sosial antara aghniya dan dhu'afa.
2.    Pilar amal jama'i antara aghniya dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
3.    Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
4.    Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
5.    Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
6.    Untuk pengembangan potensi ummat
7.    Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
8.    Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.
Selain itu juga, zakat merupakan ibadah yang memiliki nilai dimensi ganda, trasendental dan horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan ummat manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan Allah SWT maupun hubungan sosial kemasyarakatan.
d.    Golongan Yang Berhak Menerima Zakat
    Fakir
    Orang yang tidak mempunyai mata pencahariaan, tetapi penghasilan tidak mencapai separo dari yang dibutuhkan.
    Miskin
    Orang yang mempunyai mata pencahariaan dan penghasilannya mencapai separo atau lebih dari yang dibutuhkan namun belum mencukupi.
    Amil Zakat
    Orang yang berteugas mengelola zakat.
    Hamba Sahaya
    Mu’allaf
    Orang yang baru beberapa saat masuk agama Islam atau orang yang diharapakan masuk Islam.
    Fii sabililla
    Orang yang sedang memperjuangkan untuk menegakkan agama.
    Ibnu sabil
    Orang yang sedang safar  (perjalanan), sedang bekalnya tidak cukup.
e.  Golongan Yang Tidak Berhak Menerima Zakat
    Orang Kaya
    Orang Yang mampu bekerja
    Orang kafir yang memerangi Islam
    Orang atheis
    Orang Murtad
    Ahludzimmah
    Keluarga Nabi Muhammad SAW.

2.    Infaq
Infaq yaitu mengeluarkan (menafkahkan, membelanjakan) sebagian harta yang kita miliki baik untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, maupun kepentingan pihak lain sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, semata-mata mengharap ridhlo Allah dan kebaikan hidup di akhirat nanti. Infaq ada yang wajib dan ada yang sunnah. Infaq wajib diantaranya zakat, kafarat, nadzar, dll. Infak sunnah diantara nya, infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, infak kemanusiaan, dll. Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim ada malaikat yang senantiasa berdo'a setiap pagi dan sore : "Ya Allah SWT berilah orang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain : "Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak, kehancuran".

3.    Shadaqah
Zakat, baik berupa zakat harta maupun zakat fitrah, merupakan shadaqah wajib. Di samping shadaqah wajib itu, agama Islam juga sangat menganjurkan agar kita suka mengeluarkan shadaqah sunnah atau derma sesuai dengan kemampuan masing-masing, baik kepada orang-orang tertentu maupun untuk kepentingan umum. Di dalam masyarakat kiata, pengertian yang terakhir inilah (derma, shadaqah sunnah) yang dimaksudkan dengan istilah shadaqah.
Dengan demikian, pengertian shadaqah yaitu memberikan sebagian harta yang kita miliki kepada pihak lain secara sukarela, semata-mata mengharap pahala atau kebaikan di akhirat. Orang yang gemar dan suka berderma atau mengeluarkan shadaqah, biasa disebut dermawan. Mengeluarkan shadaqah (sedekah) harus semata-mata ikhlas karena Allah dan tidak menyakiti atau menyinggung perasaan orang yang menerima shadaqah tersebut.
a.    Manfa’at Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS)
Sarana pembersih jiwa
Sebagaimana arti bahasa dari zakat adalah suci, maka seseorang yang berzakat, pada hakekatnya meupakan buki terhadap duninya dari upayanya untuk mensucikan diri;mensucikan diri dari sifat kikir, tamak dan dari kecintaan yang sangat terhadap dunianya, juga mensucikan hartanya dari hak-hak orang lain.

Realisasi Kepedulian sosial
Salah satu hal esensial dalam Islam yang ditekankan untuk ditegakkan adalah hidupnya suasana “takaful dan tadhomun” (rasa sepenanggungan) dan hal tersebut akan bisa direalisasian dengan ZIS. Jika sholat berfungsi Pembina ke khusu'an terhadap Allah, maka ZIS berfungsi sebagai pembina kelembutan hati seseorang terhadap sesama.

Sarana Untuk Meraih Pertolongan Sosial
Allah SWT hanya akan memberikan pertolongan kepada hamba-Nya, manakala hambanya-Nya mematuhi ajaran-Nya.Dan diantara ajaran Allah yang harus ditaati adalah menunaikan ZIS.
Ungkapan Rasa Syukur Kepada Allah
Menunaikan Zakat, infaq dan shadaqah merupkan ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita.

Salah Satu Aksiomatika Dalam Islam
Zakat adalah salah satu rukun Islam yang diketahui oleh setiap muslim, sebagaimana mereka mengetahui sholat dan rukun-rukun Islam lainnya.


DAFTAR PUSTAKA
    Imam Musbikhin. 2006. Melogikakan Hukum Islam. Jogjakarta : Diva press
    Drs. H. Mudjahit A.K., M.A. Dkk. 2000. MAteri Pokok  Fiqih II Buku II Modul 7-12. Direktorat Jenderal Pembinaan kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka
    Muhammad JAwad Mughniyah. 2001. Fiqih lima Madzab. Jakarta : Lentera
    Dr. K.H. Didin Hafidhudin, M.Sc. 2002. Zakat dalam Perekonomian” moder. Jakarta : Gema Insani
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Makalah dengan judul Makalah Zakat, Infak dan Sodakoh. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/06/makalah-zakat-infak-dan-sodakoh.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.