Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Penggunaan Media Massa Dalam Proses Dakwah

Madia massa pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni media massa cetak dan media elektronik. Media cetak yang dapat memenuhi kriteria sebagai media massa adalah surat kabar dan majalah. Sedangkan media elektronik yang memenuhi kriteria media massa adalah radio siaran, televise, film, media on-line (internet). Setiap media cetak memiliki karakteristik yang khas.

Surat Kabar

Surat kabar merupakan media massa yang paling tua dibandingkan dengan jenis media  massa lainya. Sejarah telah mencatat keberadaan surat kabar dimulai sejak ditemukanya mesin cetak oleh Johann Guternberg di Jerman. Dari keempat fungsi media massa (informasi, edukasi, hiburan dan persuasive), fungsi yang paling menonjol pada surat kabar adalah informasi. Hal ini sesuai dengan tujuan utama khalayak membaca surat kabar yaitu keingintahuan akan setiap peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

Majalah
 Keberadaan majalah sebagai media massa terjadi tidak lama setelah surat kabar. Sebagaimana surat kabar, sejarah majalah diawali dari negara-negara Eropa dan Amerika.
Tipe suatu majalah ditentukan oleh sasaran khalayak yang dituju. Artinya, sejak awal redaksi sudah menetukan siapa yang akan menjadi pembacanya, apakah anak-anak, remaja, wanita dewasa, pria dewasa atau untuk pembaca umum dari remaja sampai dewasa. Bisa juga sasaran pembacanya kalangan profesi tertentu, seperti pelaku bisnis atau pembaca dengan habi tertentu, seperti bertani, berternak dan memasak.

Radio Siaran
Radio adalah media massa elektronik tertua dan sangat luwes. Keunggulan radio siaran adalah  berada dimana saja, di tempat tidur (ketika orang akan tidur atau bangun tidur), di dapur, di dalam mobil, di kantor dan berbagai tempat lainya.

Apabila surat kabar memperoleh julukan sebagai kekuatan keempat, maka radio siaran mendapat julukan kekuatan kelima atau the fifth estate. Hal ini disebabkan radio siaran juga dapat melakukan fungsi control social seperti surat kabar, di samping empat fungsi lainya yakni memberi informasi, menghibur, mendidik dan melakukan persuasi. Kekuatan radio siaran dalam mempengaruhi khalayak sudah dibuktikan dari masa ke masa di berbagai Negara. Salah satu contoh, pada peristiwa pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945, Bung Tomo dengan gayanya yang khas melalui mickrofon “Radio Pemberontak” berhasil membangkitkan semangat bertempur, bukan hanya dikalangan pemuda-pemuda Jawa Timur, tetapi juga di daerah lainya untuk melawan Belanda.

Televisi
Dari media komunikasi yang ada, televisilah yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia. Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa lainya (surat kabar dan radio siaran), yakni memberi informasi, mendidik, menghibur dan membujuk. Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media televise sebagaimana hasil penelitian-penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD, yang menyatakan bahwa pada umumnya tujuan utama khalayak menonton televise adalah untuk memperoleh hiburan, selanjutnya untuk memperoleh informasi.

Film
Seperti halnya televisi siaran, tujuan khalayak menonton film terutama adalah ingin memperoleh hiburan. Akan tetapi dalam film dapat terkandung fungsi informatif maupun edukatif, bahkan persuasive. Fungsi  edukasi dapat tercapai apabila film nasional memproduksi film-film sejarah yang objektif, atau film yang diangkat dari kehidupan sehari-hari secara berimbang.

Komputer dan Internet
Nilai yang ditawarkan internet dapatlah dikiaskan sebagai system jalan raya dengan transportasi berkecepatan tinggi yang memperpendek perjalanan atau diibaratkan sebuah perpustakaan yang dapat dikunjungi setiap saat, dengan kelengkapan buku, sumber informasi, dan kemungkinan penelusuran informasi yang tak terbatas.


Komunikasi dalam dakwah.
          Salah satu upaya terpenting dalam dakwah adalah komunikasi . Yaitu suatu transfer (memindahkan) informasi dari seseorang kepada orang lain ,baik perseorangan maupun berkelompok sebagai suatu proses sosial secara berhadapan  langsung ataupun melalui media. Boleh di katakana bahwa seorang manager mempimpim lembaga da’wah atau   seseorang ,da’i dapat di kenal melalui apa yang mereka komunikasikan. Semakin baik komunikasi yang dilakukan oleh seorang manager da’wah atau seorang da’I sendiri semakin pula wujud pekerjaan,dan hasil pekerjaan mereka.
Dalam kegiatan  manajemen sang manager harus berkorban dengan para manajer lain dalam berbagai tingkatan guna mengetahui tentang apa yang telah ,sedang dan akan dilakukan oleh pihak lain,sebab apa yang apa yang akan di lakukan oleh pihak lain itu akan berpengaruh dan menyangkut tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak yang bersangkutan.

Demikian Pula halnya dengan   kegitan da’wah,, sang da’I harus berkomunikasi  dengan jama’ah yang di hadapi,komunikasi ini merupakan jalan untuk menyebarkan luskan pesan dalam bentuk seruan ,anjuran,petunjuk,dan nasehat yang bersumber dari ajaran agama islam yang di sajikan dan di kemas secara konstektual.

       Sebagaimana,di kemukakan oleh G.R Tery (Principles of Manajement,1972, pp.169,170)  bahwa dalam manajemen di kenal adanya lima macam  komunikasi yaitu;
 
komunikasi formal
Berupa perintah atau informasi lainnya secara terhtulis melalui saluran hierarki organisasi formal menurut prosedur yang telah di tentukan secara pasti dan ada kalanya di ikuti dengan sangsi bila terjadi pelanggaran .
komunikasi informal
Biasanya berupa desas-desus atau issue (silentigan jw.grapevine ing) berisi informasi konstruktif yang sering di gunakan untuk melengkapi komunikasi formal.
komunikasi teknis
Berupa hubungan antara para spesialis yang serking menggunakan istilah-istilah khusus dalam lingkungan kerja yang sangat terbatas.
Komunikasi non formal
Yang timbul dalam keadaan  luar biasa yang disebabkan oleh perilaku yang tak terduga.
Komunikasi prosedur
Berupa hubungan satu sama lainyang diikat oleh ketentuan dan aturan sebagai pedoman kerja (manual). pedoman ini memuat kebijaksanaan ,peraturan dan tata kerja ,sehingga tidak di perlukan lagi adanya komunikasi formal,karena pedoman tersebut berlaku dalam berbagai situasi.

Dalam setiap komunikasi dilihat dari anatomic selalu terdikri dari tiga unsure,yaijtu pemberi (Giver),pesan (messege) dan penerima (receiver). Selain tiga unsur tersebut kondisi dan situasi    mendorong adanya komunikasi yang disadari pentignya oleh pemberi pesan ataupun penerima.kebutuhan untuk berbagai data, infolrmasi, fikiran, perasaan dan keyakinan memerlukan adanya komunikasi. Oleh karena itu pihak pemberi pesan  mengemas fikirannya dengan menyusun kata-kata yang mudah dipahami untuk disampaikan kepada penerim. Proses semacam ini disebut upaya untuk mengungkapkan buah pikiran dalam bentuk kata-kata, simbol atau lambang (encoding), sedangkan penerima mengurai, memahami atau membaca makna yang terkandung dalam kata-kata.

Tujuan pengungkapan kata-kata ialah untuk memindahkan (transmit) pola pikiran kedalam bahasa agar dipahami oleh sipenerima dengan harapan memperoleh tanggapan dari padanya,sebaliknya penerima melakukan hal yang sama,sehingga proses komunikasi berlanjut,hal demikian disebut komunikasi dua arah (two way communication) karena dilakukan dua orang,berbeda dari komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang yang disebut komunikasi banyak arah (multy way communication).
Pada dasarnya komunikasi lisan berlangsung setiap waktu dan keadaan, baik dalam skala international, nasional, local maupun personal. Menurut sifatnya komunikasi lisan dapat bercorak;
Pembicaraan pribadi (private speaking).
Yaitu pembicaraan secara informal dengan anggota keluarga atau temen-temen pada umumnya.
Pembicaraan semi pribadi (semi private speaking)
Yaitu pembicaraan secara informal dalam suatu kelompok kerja atau secara formal dalam suatu sidang pengadilan.
Pembicaraan didepan umum (public speaking)
Yaitu pembicaraan secara formal didengarkan didepan khalayak ramai. Pembicaraan seperti inilah yang yang banyak digunakan dalam kegiatan dakwah, karena dipandang paling efektif dan efisien.
Ada enam faktor yang saling berkaitan satu sama lain dalam sertiap proses pembicaraan didepan umum
        1. Pembicara yang merumuskan gagasan dan mengaturnya
        2. Peluang yang mendorong perlunya dilakukan pembicaraan
        3. Pendengar yang memerlukan pesan dan informasi
        4. Isi uraian yang mengandung pikiran yang telah disusun
        5. Tanggapan dari pendengar
        6. Media yang digunakan untuk komunikasi;Bahasa,isyarat,dan expresi.
Keenam faktor diatas mempunyai hubungan satu sama lain sehigga muwujudkan keterkaitan yang sangat komplek.

Hambatan komunikasi Dakwah
                   Dalam komunikasi sering terjadi bahwa apa yang disampaikan oleh pemberi pesan (Da’i) tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh pihak penerima sebagaimana di kehendaki oleh pemberi . ada beberapa hal yang menyebabakan gangguan komunikasi anatara lain ;
Sifat manusia selalu menghubungkan apa yang di hadapi dengan keadaan masa lalu yang di alaminya.
Ada keenganan seseorang untuk berbagai data dan informasi serta pengetahuan dengan sesame rekan.
Setiap orang dalam kehidupanya mempunyai harapan ,dengan di sadari atau tidak ia selalu ingat terhadap apa yang di harapkan .apabila komunikasi tidak berkaitan dengan apa yang di harapkan ,maka ada keenganan untuk mendengarkan atau bahkan mau menolak bagian dari komunikasi itu tidak di tangkap secara utuh.    Sejalan dengan beberapa gangguan komunikasi yang menyebabkan pesan atau informasi tidak di pahami oleh si penerima.

R .Kreitner (Management,1989,pp.406-410) menambahkan juga empat macam hambatan yang menganggu komunikasi yaitu :

1).  Hambatan proses (peocess barriers).
2).  Hambatan fisik (physical barriers).
3).  Hambatan semantic (semantic barriers).
4).  Hambatan psiko social (psychosocial barriers).


 Pengembangan komunikasi dakwah

Pengembamgan komunikasi da’wah di mulai dengan  perbaikan komunikasi dari berbagai macam hambatan yang menimpanya .oleh karena itu langkah utama yang harus di usahakan ialah menyingkirkan sebab-sebab yang menimbulkan hambatan tersebut.
Dalam memperbaiki komunikasi setiap komunikator ,baik ia manajer atau da’i ,harus mengenal dasar –dasar yang harus di pegangi untuk menciptakan komunikasi yang efektif.
Komunikasi yang akan di lakukan harus di rencanakan terlebih dahulu ,artinya bukan hanya mengenai apa yang perlu di komunikasikan ,tetapi juga bagaimana dan kapan informasi itu perlu di sampaikan .
Pembicaran harus memperhatikan para pendengarnya dalam memahami apa yang di sampaikan dengan mempertimbamgkan apa yang di proses ,berfikir pendengar itu jauh lebih cepat di banding dengan ucapan yang di perdengarkan oleh pembicara .

 Kepemimpinan Dakwah dan Media Komunikasi

Da’wah dan komunikasi merupakan dua hal yang tak mungkin di pisahkan, karena komunikasi di perlukan untuk melancarkan kegiatan da’wah dan kegiatan manajemen. Bahkan dapat dikatakan bahwa komunikasi boleh diibaratkan seperti minyak pelumas untuk melancarkan jalanya suatu mesin. Dengan  demikian komunisi menjadi bahan kajian yang sangat penting dalam bidang dakwah dan manajemen.

Komunikasi da’wah secara verbal dan non-verbal serta komunikasi formal dan non formal maupun informal telah mendapat tempat masing-masing dalam masyarakat, permasalahan utama yang perlu dihadapi adalah pengaturan aneka ragam komunikasi tersebut menjadi sebuah sistem komunikasi yang harmonis.
Media komunikasi massa yang sangat efektif dan effisien pada masa sekarang ini adalah radio,televise dan film,karena media komunikasi massa ini dapat menjangkau sasaran yang sangat luas dalam tempo yang sangat singkat, meskipun dengan  pembiayaan yang tidak sedikit dan perencanaan yang matang. Di samping itu komunikasi massa dalam bentuk media cetak menepati urutan berikutnya karena tergantung kepada kesiapan dan kesadaran membaca di lingkungan masyarakat luas.

Tidak dapat diragukan lagi bahwa pada saat ini dan masa mendatang televisi menjadi urat nadi dalam kehidupan masyarakat. Media komunikasi visual dan audio-visual akan selalu menjadi sarana komunikasi yang sangat mempengaruhi masyarakat luas. Oleh karena itu pimpinan dakwah tidak dapat mengabaikan media komunikasi massa ini untuk mendukung kegiatan dakwah mengingat pengaruhnya yang sangat luas dalam pembentukan opini dan sikap masyarakat.
Penyusunan program siaran melalui media komuikasi massa (televisi, radio, dan film) harus diatur sangat cermat dengan menentukan prioritas sasaran yang akan dicapai. Apakah dakwah yang disiarkan dimaksudkan untuk memperkokoh ketaqwaan dan memperteguh keimanan atau untuk memperluas wawasan keagamaan yang menyangkut ibadah secara ritual (hablun minallah) atau mengenai hubungan kemasyarakatan yang menyangkut aspek social, ekonomi dan politik atau etika sosial dan budaya (hablun minanas). Pimpinan dakwah harus menyadari benar tentang besarnya biaya yang diperlukan untuk melaksanakan siaran dalam rangja dakwah, msehingga perlu memperhitungkan secara seksama prioritas bentuk dan jenis program siaran dan pengaruh (impact) yang ditimbulkan.
Oleh karena itu program siaran dakwah harus menghindari suasana yang membosankan (monotonous), artinya harus dapat menarik minat khalayak ramai (public interest). Untuk itu harus diketahui sesuai benar dalam bentuk apa dan jenis mana siaran yang paling sesuai untuk disajikan kehadapan umum.
Dengan memperhatikan hal tersebut diatas dan mengingat suatu situasi dan kondisi sasaran serta thema tertentu, maka suatu program siaran boleh jadi disajikan kepada umum dalam bentuk pidato, interview, panel diskusi, tanya jawab dengan pemirsa atau pendengar, pergelaran drama, musik dan lain-lain. Jenis siaran harus pula dibedakan bedasarkan kelompok umur anak, dewasa dan orang tua atau didasarkan atas jenis kelamin laki-laki dan wanita, bahkan dapat pula didasarkan atas kelompok perhatian dan minat (interest) atau kelompok profesi.

 
DAFTARPUSTAKA


Muchtarom, H.Zaini Drs, MA. 1996, Dasar-dasar Manajemen Dakwah.Yogyakarta : Al-Amin Press

Ardianto, Elvinaro , Drs. ,M.Si, dkk, 2009, Komunikasi Massa. Bandung : Simbiosa Rekatama Media
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Makalah dengan judul Penggunaan Media Massa Dalam Proses Dakwah. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/06/penggunaan-media-massa-dalam-proses.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.