Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Menyambut Ramdhan 1431H, Pemakaman di penuhi Peziarah

Banyak tradisi kerap dilakukan umat Islam di Kota Pontianak dalam menyambut Ramadan. Salah satu aktivitas yang paling menonjol adalah ziarah kubur.

Sejak beberapa hari terakhir, masyarakat berbondong-bondong mendatangi pemakaman keluarga untuk berdoa. Ziarah ini terpenting untuk mengingatkan tentang kematian dan perlu persiapan menuju alam akhirat.
Ziarah kubur banyak memiliki hikmah dan manfaat. Antara lain mengingatkan akhirat dan kematian sehingga dapat memberikan pelajaran dan ibrah bagi orang yang berziarah.

Manfaat lainnya, mendoakan keselamatan bagi orang-orang yang telah meninggal dunia dan memohonkan ampunan untuk mereka atas segala amalan di dunia. Terutama mendoakan orangtua. Sebab amalan yang pahalanya mengalir terus dari doa anak yang saleh, ilmu yang bermanfaat, dan amal jariah.

Melihat kuburan yang sunyi, gelap, dan timbunan tanah di atasnya akan menggerakkan hati dan jiwa manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Ini bisa memunculkan kesadaran bahwa kehidupan dunia hanya sementara.    

Menyaksikan nisan-nisan yang terpaku tak bergerak dapat melembutkan hati yang paling keras sekalipun. Hal ini bisa membuat pendengaran yang paling ’tuli’ sekalipun akan mendengar perintah Allah dan memberikan cahaya kepada penglihatan.

Ziarah kubur sebenarnya tidak hanya bisa dilakukan saat menjelang Ramadan. Ziarah juga dapat dilakukan setiap saat dan kapan saja, baik oleh satu orang atau dengan banyak orang.

Tidak ada kekhususan hari atau waktu tertentu melaksanakan ziarah kubur, karena salah satu inti dari ziarah kubur adalah memberi pelajaran dan peringatan agar hati yang keras menjadi lunak, hati tersentuh sehingga menitikkan air mata. Selain itu agar kita menyampaikan doa dan salam untuk mereka yang telah mendahului kita memasuki alam kubur. Meski banyak manfaat ziarah kubur, namun pelaksanaannya tetap harus mengikuti syariat Islam. Ziarah kubur tidak boleh membuat peziarah justru memercayai arwah sebagai penolongnya. Pada zaman permulaan Islam berkembang, Nabi Muhammad SAW melarang kaum muslimin menziarahi kuburan. Larangan ini lantaran kekhawatiran terjadi kesyirikan dan pemujaan terhadap kuburan tersebut. Apalagi bila yang mati itu adalah termasuk orang-orang yang saleh.

Di samping itu keimanan para sahabat masih lemah dan membutuhkan pembinaan dari Rasulullah SAW. Karena itu, sangat penting bagi masyarakat memerhatikan tata krama ziarah kubur yang baik dan benar, sesuai syariat Islam.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Tradisi dengan judul Menyambut Ramdhan 1431H, Pemakaman di penuhi Peziarah. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2010/08/menyambut-ramdhan-1431h-pemakaman-di.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.