Blog Tentang Artikel, Makalah, Tips, dll

Mengenai Hal Subtansi Keilmuan Dakwah

Istilah dakwah berasal dari bahasa arab yang berarti seruan, ajakan atau panggilan. Seruan pangilan ini dapat dilakukan dengan suara, kat ataupun perbuatan. Sedangkan pencantuaman “islam”setelah kata “dakwah” dimaksud untuk mempertegas kata dan kandungan misi “dakwah” dimaksud untuk mempertegas kata dan kandungan dakwah karena al Qur’an digambarkan ada 2 sistem dakwah.
1.    Dakwah menuju jalan Allah Jalan kebaikan atau jalan surga seperti tampak dalam ayat: serulah (manusia) jepada jaln tuhan-Mu (Qs. An-Nahl: 125)
2.    Dakwah menuju pada jaln syaitan. Jalan keburukan atau jaln api neraka seperti dalam ayat: “dan apakah mereka (akan mengikuti bapak mereka) walaupun setan menyuruh mereka siksa api neraka sedang Allah mengajak kesurga dan ampunan dengan ijinnya dan allah menerangka ayat – ayatNya (Perintah – perintahNya) kepada manusia supaya mereka mengabil pelajaran (Qs. Al – Baqoroh: 221)
C. Jenis kegiatan dakwah sebagai Fenomena keilmuan
1. Kegiatan tabliq islam
a. Komunikasi penyiaran islam terdiri dari kegiatan pokok:
Sosialisai, internalisasi, dan eksternalisasi ajaran islam dengan menggunakan saran mimbar dan media masa (cetak dan audio-visual) yang dapat dirinci sebagai berikut:
-    Penyampaian tauhid.
-    Penyadaran fitri, fungsi dan tujuan hidup manusia.
-     Pembina keimanan, fikroh, akhlak dan ibadah.
-     Pengembangan fikroh islam dalam semua aspek kehidupan secara utuh sehingga mad’u memiliki pandangan yang koperensip tentang realitas kehidupan manusia menurut ajaran islam dan melaksanakan dalam kegiatan sehari – hari.
-    Memberikan motivasi untuk melasanakan ajaran islam yang sudah dipahami atau sudah diterima.
-    Membina sikap ukhuwah islamiyah, kesatuan dan persatuan umat.
b. Bimbingan penyuluhan islam (ta’dib) terdiri dari kegiatan pokok:
Bimbingan pribadi dan keluarga dengan melakukan penyuluhan islam sesuai dengan konteks masalah dan pemecahan problem psikologis dengan psikoterapi islam yang dapat dirinci sebagai berikut:
- Melakukan bimbingan cara mengamalkan ajaran islam.
- Melakukan penyuluhan bagaimana memahami dan melaksanakan ajaran islam yang benar.
- Memecah masalah yang timbul karena hubungan personal dan kelompok dengan pendekatan islam.
- Membantu memecahkan masalah psikologi keluarga muslim atau kelompok – kelompok profesi karena adanya masalah keluarga dan pekerjaan dikantor dengan pendekatan islam.
2. Kegiatan pengembangan masyarakat islam
Kegiatan memikirkan masyarakat terdiri dari kegiatan pokok: Tranformasi dan pelembagaan ajaran islam kedalam realitas islam (khoirul ummah) yang dapat dirinci sebagai berikut:
- Penyampaian mengenai konsepsi islam mengenai kehidupan, budaya, sosial, ekonomi, politik dan pemeliharaan lingkungan.
- Penggalangan ukhuwah islamiyah lembaga ummat dan kemasyarakatan pada umumnya dalam rangka mengembangakan komunitas dan kelembagaan islam.
- Mewujudkan kesepakatan dengan masyarakat bina.
- Riset potensi lokasi dakwah, pengembangan potensi lokal dan pengembangan kelompok swadaya ummat.
- Katalisasi aspirasi dan kebutuhan umat.
- Kosultasi dan dampingan tehnis dan kelembagaan.
- Dampingan penyusunan rencana dan aksi sosial pelaksanaan rencana dalam rangka pengembangan komunitas dan institusi islam.
- Memandu pemecahan masalah sosial, ekonomi dan lingkngan umat.
- Melassanakan atabilisasi kelembagaan dan menyiapkan pelepasan masyarakat untuk membangun secara mandiri dan kelanjutan.
- Menyiapkan harakah penegak amar ma’ruf nahi munkar.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Pendidikan dengan judul Mengenai Hal Subtansi Keilmuan Dakwah. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tulisendw.blogspot.com/2011/02/mengenai-hal-subtansi-keilmuan-dakwah.html. Terima kasih!
.::Artikel Menarik Lainnya::.